Modus Penipuan “Find My Device”, Pelaku Datangi Rumah Korban

  • 24 Agt 2026 22:16 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Maraknya penggunaan media sosial turut memunculkan berbagai informasi mengenai modus penipuan baru yang perlu diwaspadai masyarakat. Salah satunya adalah aksi sekelompok orang yang berpura-pura mencari telepon seluler atau handphone hilang dengan memanfaatkan aplikasi “Find My Device”.

Modus tersebut dilakukan dengan cara pelaku mendatangi rumah korban dan mengaku bahwa handphone milik temannya yang hilang terlacak berada di lokasi tersebut. Informasi mengenai modus ini menjadi perhatian karena pelaku disebut tidak datang seorang diri, melainkan secara berkelompok untuk memberikan tekanan kepada calon korban.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya, Indi Nuroini, saat dihubungi Pro1 melalui sambungan telepon, Senin 24 Agustus 2026, menjelaskan bahwa aksi tersebut dapat dilakukan oleh kelompok dengan jumlah cukup banyak. “Penipuan model baru ini biasanya dilakukan secara berkelompok, bahkan bisa sampai 10 orang, terdiri dari laki-laki dan perempuan,” jelas Indi.

Menurut Indi, para pelaku menjalankan sebuah sandiwara dengan berpura-pura kehilangan handphone dan mengklaim sinyal terakhir perangkat tersebut berada di rumah korban. Situasi kemudian dibuat semakin meyakinkan dengan adanya anggota kelompok yang menunjukkan sikap intimidatif dan seolah-olah korban merupakan pihak yang harus bertanggung jawab.

Tekanan psikologis juga dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan mengatakan bahwa handphone yang sebelumnya masih terlacak atau dalam kondisi menyala tiba-tiba sudah tidak aktif. “Mereka membangun sandiwara, ada yang berpura-pura menjadi korban yang kehilangan dengan ekspresi sedih, sementara yang lain berperan menekan korban dengan kalimat-kalimat yang menyudutkan,” kata Indi.

Indi menilai, tekanan tersebut bertujuan membuat korban panik sehingga tanpa sadar memberikan akses kepada orang-orang tersebut untuk masuk ke rumah atau memberikan informasi pribadi. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah terpancing untuk menjelaskan kondisi rumah maupun perangkat elektronik yang dimiliki.

“Yang terpenting, jangan terpancing untuk menyebutkan merek atau jenis handphone yang kita miliki. Sebisa mungkin jangan memberikan akses masuk ke rumah jika menghadapi situasi seperti ini,” tegas Indi. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menghadapi kelompok tersebut seorang diri.

Jika menghadapi situasi serupa, masyarakat disarankan segera menghubungi ketua RT/RW atau pihak berwenang untuk membantu memastikan kebenaran informasi yang disampaikan. “Tetap tenang, jangan panik. Kalau sudah mulai meresahkan, segera laporkan kepada aparat setempat,” pungkas Indi. Masyarakat juga perlu berhati-hati terhadap setiap pihak yang datang dengan alasan kehilangan barang dan meminta akses ke rumah maupun informasi pribadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....