"Phishing" Ancaman Terbesar Ekosistem Perbankan Digital

  • 28 Jan 2026 11:14 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Penipuan digital semakin marak, khususnya phishing melalui website palsu. Dalam sejumlah kasus, pelaku kejahatan siber diduga menggunakan situs tiruan layanan perbankan resmi.

Tujuannya mengelabui korban agar memasukkan data sensitif mereka lewat situs tiruan itu. Menanggapi fenomena tersebut, Dosen Informatika, Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) Lukman Hakim meminta masyarakat semakin berhati-hati.

"Dalam melakukan transaksi digital. 'Phishing' menjadi salah satu ancaman terbesar ekosistem perbankan digital," ujarnya Selasa, 27 Januari 2026. Lukman mengatakan phishing biasanya didahului pesan yang tampak meyakinkan, dan seolah-olah berasal dari bank atau institusi resmi. 

"Pesan tersebut bisa datang melalui 'e-mail' atau pesan instan," katanya. Lukman menjelaskan pelaku akan mengarahkan korban ke "website" palsu yang berpenampilan mirip dengan situs resmi perbankan. 

Ketika korban memasukkan "user ID", sandi, atau kode "OTP", data tersebut dicuri dan digunakan menguras rekening korban. "Teknik tiruan sekarang semakin canggih. Bahkan layanan perbankan yang sudah terkenal luas, bisa dipalsukan," kata Lukman.

Dia menambahkan ini yang membuat risiko kerugian menjadi besar. Lukman menekankan prinsip utama menghindari phishing adalah tidak sembarang mengeklik tautan.

"Terutama pesan yang bersifat mendesak atau meminta korban melakukan 'login' ulang," ujarnya. Lukman menyarankan selalu mengakses layanan perbankan melalui aplikasi resmi atau dengan mengetik alamat situs secara manual di browser.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....