Aparat Perlu Lakukan "Bonding" dengan Masyarakat Atasi Curanmor
- 08 Jan 2025 13:53 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya : Pencurian Kendaraan Bermotor atau Curanmor di Surabaya yang dilaporkan sebanyak 136 kejadian. Ibarat fenomena gunung es angka tersebut adalah yang dilaporkan sedang yang tidak dilaporkan lebih dari itu. Sosiolog Universitas Negeri Surabaya Ali Imron menyebut, penyebab utamanya adalah faktor ekonomi dan lifestyle.
“Pnyebab utamanya memang ekonomi karena curanmor akan cepat mendapatkan uang misal satu motor 5 juta dan ketika tidak terendus maka akan ada replikasi dan itu diulang atau bisa juga karena sosialisasi yang keliru dari teman sekitar atau circle sehingga ketika berteman dengan teman yang salah maka terjadilah aksi tersebut ada satu lagi soal lifestyle,” ujarnya.
Ali Imron menambahkan, kost-kost an adalah sasaran yang empuk bagi pelaku kejahatan curanmor, selain tempat-tempat lain seperti mini market dan perkampungan sepi.
“Tempat kost itu tempat pelaku beraksi karena banyak barang berharga didalamnya selain motor, pelaku akan mendapat barang lain seperti laptop dan yang lain,” katanya.
Karena curanmor kata Ali kebanyakan tidak dilakukan dalam satu kali sergapan pasti ada maping dulu.
“Curanmor itu ga mungkin dalam satu kali sergapan pasti “nggambar” dulu ya dan itu dilakukan dalam hitungan detik,” katanya menambahkan.
Aparat kepolisian perlu melakukan bonding dengan masyarakat atau unsur-unsur lain dan menjalankan sosialisasi sehingga menimbulkan efek jera bagi para pelaku curanmor
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....