Eri Ungkap Awal Temuan Dugaan Korupsi Eks Dirut KBS

  • 23 Jul 2026 12:34 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan awal temuan dugaan korupsi pengelolaan keuangan di Kebun Binatang Surabaya (KBS) bermula dari hasil audit yang menemukan ketidakwajaran pada laporan kas. Menurut Eri, audit menemukan adanya sekitar Rp8 miliar yang tercatat dalam laporan kas, namun uang tersebut tidak tersedia secara riil.

Temuan itu kemudian menjadi bagian dari proses pemeriksaan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur. “Dari audit itulah ditemukan ada uang sekitar Rp8 miliar yang tidak wajar. Sehingga itulah yang ada dalam pemeriksaan Kejati,” kata Eri di Balai Kota Surabaya, Rabu, 22 Juli 2026.

Eri menjelaskan, laporan keuangan KBS telah disampaikan sejak periode kepemimpinan Wali Kota Surabaya sebelumnya, Tri Rismaharini. Ia menegaskan bahwa seluruh proses dibuka secara transparan agar tidak menimbulkan prasangka.

“Ada di dalam kas laporan tapi tidak ada uangnya mulai zaman Bu Risma sampai dengan ini. Kita buka semuanya sehingga tidak ada syak wasangka prosesnya, dan ternyata informasinya ada sampai sekitar Rp10 miliar,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemkot Surabaya selama ini melakukan audit setiap tahun. Namun, setelah menemukan kejanggalan pada laporan keuangan, Eri meminta agar audit dilakukan oleh tim independen yang direkomendasikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Karena saya lihat ketika baca audit itu kok ada yang janggal. Makanya saya minta diaudit oleh tim independen,” ucapnya.

Eri menegaskan Pemkot Surabaya mendukung penuh proses penegakan hukum yang dilakukan Kejati Jatim. Menurutnya, siapa pun yang terbukti bersalah harus bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum.

Sementara itu, Kejati Jatim telah menetapkan mantan Direktur Utama PDTS KBS periode 2016–2024 berinisial CA sebagai tersangka dugaan korupsi pengelolaan keuangan KBS. Penyidik menduga terdapat penyalahgunaan anggaran yang mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp10,2 miliar.

Kasus tersebut masih terus didalami untuk mengungkap pihak-pihak lain yang diduga turut bertanggung jawab dalam pengelolaan keuangan KBS.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....