Koruptor Tersenyum saat Ditangkap, Akademisi Soroti Moralitas
- 08 Jun 2026 19:12 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Dosen Ilmu Komunikasi Binus University Malang, Wahyu Christian Natalia,, menilai fenomena tersangka korupsi yang tetap tersenyum saat ditangkap mencerminkan pergeseran moral yang patut menjadi perhatian bersama. Menurutnya, ekspresi tersebut bukan sekadar reaksi spontan, melainkan pesan simbolik yang disampaikan kepada publik.
"Senyuman koruptor di depan kamera bukan ekspresi bahagia yang jujur, melainkan bentuk impression management atau pengelolaan pesan. Mereka sedang memainkan peran di depan publik untuk menunjukkan seolah tidak bersalah, tidak takut, atau tidak merasa malu," ujar Natalia, Senin 8 Juni 2026.
Ia menjelaskan, jika masyarakat terus memaklumi pemandangan tersebut, maka budaya malu terhadap korupsi dikhawatirkan semakin memudar. Padahal, korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang seharusnya mendapatkan kecaman sosial yang kuat.
"Jika sanksi sosial dan sanksi moral tidak lagi membuat pelaku korupsi gentar, maka rasionalitas akan mengalahkan rasa malu. Ini berbahaya karena dapat menumpulkan kepekaan moral masyarakat, termasuk anak-anak yang menyaksikannya," katanya.
Jaya menegaskan, korupsi tidak boleh dinormalisasi dalam bentuk apa pun. Menurutnya, masyarakat harus tetap kritis dan menjaga kesadaran bahwa korupsi merupakan tindakan yang merusak kepercayaan publik serta nilai-nilai moral bangsa.
"Korupsi harus tetap dipandang sebagai kejahatan luar biasa dan jangan sampai masyarakat menjadi apatis atau memaklumi perilaku koruptor," katanya mengakhiri
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....