Cegah Praktik Korupsi,Tanggung Jawab Lembaga Hingga Masyarakat

  • 23 Agt 2025 01:26 WIB
  •  Surabaya

‎KBRN, Surabaya: Upaya pemberantasan korupsi tidak dapat dipandang sebagai tugas tunggal lembaga penegak hukum semata. Ronny H Mustamu, Wakil Ketua, Komite Advokasi Daerah Antikorupsi, Provinsi Jawa Timur, menekankan bahwa peran aktif seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam memerangi penyakit sosial ini. Pernyataan tersebut disampaikan Ronny dalam program dialog "Kita Indonesia" di studio Pro1 RRI Surabaya, Rabu (20/08/2025).

‎Menurut Ronny, korupsi merupakan ancaman serius yang mampu menghambat pertumbuhan ekonomi dan merusak sendi-sendi demokrasi. Praktik ini tidak hanya terbatas pada tingkat pusat, tetapi telah merambah ke berbagai daerah, termasuk sektor pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. "Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dimulai sejak dini dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat umum," ujarnya.

‎Lebih lanjut, Ronny menyoroti transparansi dan akuntabilitas sebagai pilar penting dalam pencegahan korupsi. Ia berpendapat bahwa budaya integritas perlu ditanamkan secara merata, tidak hanya di kalangan para pejabat publik, tetapi juga harus mengakar kuat pada generasi muda. "Jika kita ingin menciptakan Indonesia bebas korupsi, maka kesadaran kolektif adalah syarat utama," ujar Ronny, menekankan pentingnya kesadaran bersama.

‎Dalam kesempatan tersebut, Ronny juga mengingatkan pentingnya pengawasan yang ketat terhadap proses pengadaan barang dan jasa, yang kerap menjadi titik rentan terjadinya penyimpangan. Ia meyakini bahwa kolaborasi erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat secara efektif menutup celah bagi praktik korupsi. Keberadaan Komite Advokasi Daerah Antikorupsi di Jawa Timur, menurutnya, adalah bukti sinergi antara pemerintah dan dunia usaha untuk mewujudkan ekosistem bisnis yang bersih.

‎Ronny mengajak seluruh pelaku usaha untuk menunjukkan komitmen kuat dalam menjalankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. "Bisnis yang berintegritas tidak hanya menguntungkan, tetapi juga membangun kepercayaan publik," ujarnya, menyiratkan bahwa integritas adalah investasi jangka panjang yang berharga.

‎Program dialog RRI ini mendapatkan sambutan positif dari pendengar karena mengangkat isu yang sangat relevan dengan kondisi bangsa. Ronny memberikan tips praktis bagi masyarakat untuk turut serta mencegah korupsi di lingkungan masing-masing, seperti melaporkan indikasi pelanggaran dan menolak gratifikasi. "Ketika kita menolak untuk memberi dan menerima suap, kita sudah mengambil bagian dalam gerakan antikorupsi," ucapnya, mengajak semua untuk menjadi agen perubahan.

Rekomendasi Berita