Pancake Jadi Kanvas, Siswa SMALB Berkarya Motif Batik

  • 03 Okt 2026 17:27 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pancake biasanya hadir sebagai menu sarapan atau kudapan. Namun di tangan siswa SMALB Karya Mulia Surabaya, pancake berubah menjadi kanvas untuk menuangkan kreativitas sekaligus mengenal batik sebagai warisan budaya Indonesia.

Jumat, 2 Oktober 2026, sejumlah siswa mengikuti kegiatan kreasi motif batik di atas pancake di Coffee Café Central, Surabaya. Dengan beragam bahan dekorasi, mereka membentuk pola sesuai imajinasi masing-masing.

Tak ada desain yang seragam. Setiap pancake menampilkan karakter berbeda, mengikuti gagasan dan kreativitas pembuatnya.

Para siswa juga didampingi Heartists, sebutan bagi karyawan Mercure Surabaya Grand Mirama. Pendampingan tidak sekadar membantu proses menghias pancake, tetapi juga menciptakan ruang interaksi dan kebersamaan selama kegiatan berlangsung.

Cluster General Manager Mercure Surabaya Grand Mirama dan Grand Mercure Malang Mirama, Sugito Adhi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi cara sederhana untuk mengenalkan batik melalui aktivitas yang menyenangkan dan inklusif.

“Kami berharap momen sederhana ini dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus mengingatkan kita bahwa kreativitas tidak memiliki batas,” ujar Sugito.

Tiga karya kemudian dipilih berdasarkan kreativitas dan keunikan desain. Namun, kegiatan ini tidak semata-mata mengejar pemenang. Kesempatan untuk mencoba, berekspresi, dan menunjukkan gagasan menjadi bagian penting dari pengalaman para siswa.

Kepala Sekolah SMALB Karya Mulia, Sukamto, mengapresiasi ruang kreativitas yang diberikan kepada siswanya. Menurut dia, pengalaman seperti ini dapat membantu siswa mencoba hal baru sekaligus membangun kepercayaan diri.

“Kami berterima kasih kepada Mercure Surabaya Grand Mirama yang telah memberikan ruang bagi anak-anak kami untuk berkarya dan menikmati pengalaman yang menyenangkan bersama para Heartists,” kata Sukamto.

Dari sebuah pancake, para siswa tidak hanya membuat pola. Mereka mendapatkan ruang untuk berekspresi, berinteraksi, dan mengenal budaya melalui cara yang dekat dengan dunia mereka.

Peringatan Hari Batik Nasional pun hadir bukan sekadar sebagai seremoni, tetapi menjadi pengalaman kreatif yang memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk menunjukkan bahwa karya dan kreativitas dapat hadir dalam berbagai bentuk

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....