Mengenal Arti Bunga dengan Makna Kurang Baik

  • 30 Sep 2026 10:39 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Bunga umumnya dikenal sebagai simbol keindahan dan kerap diberikan untuk menyampaikan perasaan. Namun, dalam tradisi floriography atau bahasa bunga, sejumlah jenis bunga justru memiliki makna yang berkaitan dengan kesedihan, penolakan, perpisahan, hingga peringatan. Makna tersebut terutama berkembang dalam tradisi bahasa bunga era Victoria.

Dilansir dari The Old Farmer’s Almanac, makna bunga tidak selalu bersifat positif dan dapat berbeda berdasarkan jenis maupun warnanya. Beberapa bunga bahkan mempunyai lebih dari satu simbol, tergantung sumber dan budaya yang menggunakannya. Karena itu, arti bunga sebaiknya dipahami sebagai simbol budaya, bukan pertanda pasti mengenai suatu kejadian.

Salah satu contohnya adalah mawar kuning. Dalam bahasa bunga era Victoria, mawar kuning dikaitkan dengan kecemburuan, berkurangnya rasa cinta, dan ketidaksetiaan. Sementara dalam penggunaan modern, mawar kuning juga sering dikaitkan dengan persahabatan dan perasaan positif sehingga maknanya dapat berbeda.

Bunga Marigold juga memiliki simbol yang beragam. The Old Farmer’s Almanac mencatat marigold memiliki kaitan dengan kesedihan dan duka dalam sejumlah tradisi, termasuk penggunaannya dalam perayaan Day of the Dead. Di sisi lain, bunga ini juga dikaitkan dengan kehangatan, kegembiraan, kemakmuran, dan digunakan dalam berbagai tradisi keagamaan serta perayaan.

Bunga Anemone dalam bahasa bunga tradisional memiliki makna ditinggalkan atau forsaken. Sementara itu, begonia dikaitkan dengan pesan “berhati-hatilah” atau beware. Makna tersebut menunjukkan bahwa bunga pada masa lalu dapat digunakan untuk menyampaikan pesan yang sulit diucapkan secara langsung.

Ada pula Snapdragon yang dalam bahasa bunga Victoria memiliki makna penipuan atau deception, meskipun juga dikaitkan dengan keramahan. Tansy mempunyai simbol berupa pikiran bermusuhan atau pernyataan perang, sedangkan lavender dalam daftar yang sama dikaitkan dengan ketidakpercayaan. Makna tersebut merupakan bagian dari tradisi simbolisme bunga dan tidak otomatis mencerminkan makna bunga dalam kehidupan modern.

Selain jenis bunga, kondisi bunga juga dapat memengaruhi simbolismenya. Iowa State University mencatat bahwa buket bunga yang layu pernah digunakan sebagai simbol cinta yang ditolak, sementara daun yang mati dikaitkan dengan kesedihan. Tradisi tersebut memperlihatkan bagaimana bentuk dan kondisi tanaman juga dapat menjadi bagian dari pesan simbolis.

Meski demikian, arti bunga tidak bersifat universal. The Old Farmer’s Almanac menjelaskan bahwa simbolisme bunga dapat berubah berdasarkan budaya, periode sejarah, dan sumber yang digunakan. Karena itu, bunga dengan makna yang dianggap kurang baik dalam satu tradisi belum tentu memiliki arti serupa di tempat lain.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....