Kumis Kucing Tidak Boleh Dipotong Sembarangan

  • 16 Sep 2026 07:45 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Bagi sebagian orang, kumis kucing mungkin terlihat seperti bulu biasa yang tumbuh di sekitar hidung dan wajah. Namun, sebenarnya kumis kucing atau whiskers memiliki fungsi penting bagi kehidupan kucing. Kumis tersebut dikenal secara ilmiah sebagai vibrissae, yaitu rambut khusus yang berfungsi sebagai alat sensorik. Karena memiliki peran penting dalam membantu kucing mengenali lingkungan, kumis kucing sebaiknya tidak dipotong sembarangan.

Kumis kucing berbeda dari bulu tubuh biasa. Folikel tempat tumbuhnya kumis memiliki banyak saraf dan pembuluh darah sehingga sangat sensitif terhadap rangsangan. Kumis dapat membantu kucing mendeteksi sentuhan, getaran, serta perubahan aliran udara di sekitarnya. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke otak untuk membantu kucing memahami kondisi lingkungan.

Kumis tidak hanya terdapat di samping hidung. Kucing juga memiliki vibrissae di atas mata, sekitar rahang, dekat telinga, bahkan pada bagian belakang kaki depannya. Posisi tersebut membantu kucing memperoleh informasi mengenai lingkungan dari berbagai arah.

Salah satu fungsi utama kumis adalah membantu kucing memperkirakan jarak dan ukuran ruang di sekitarnya. Ketika bergerak di tempat sempit atau minim cahaya, kucing dapat menggunakan informasi dari kumis untuk mengetahui keberadaan benda di dekat wajahnya.

Kumis juga mampu menangkap perubahan kecil pada aliran udara dan getaran. Dengan demikian, kucing mendapatkan informasi tambahan mengenai objek yang berada di sekitarnya, bahkan ketika kondisi cahaya kurang mendukung.

Kucing dikenal sebagai hewan yang lincah dan memiliki kemampuan bergerak dengan cepat. Kumis ikut membantu kemampuan tersebut dengan memberikan informasi sensorik mengenai posisi benda di sekitarnya.

Karena itu, memotong kumis dapat membuat kucing kehilangan sebagian informasi sensorik yang biasanya digunakan untuk memahami lingkungan. Biasanya kucing yang kumisnya dipotong dapat mengalami kebingungan, stres, atau disorientasi sementara.

Ada hal penting yang perlu diluruskan. Memotong bagian batang kumis tidak secara langsung menimbulkan rasa sakit, karena bagian rambut tersebut tersusun dari keratin dan tidak memiliki ujung saraf seperti kulit. Namun, bagian folikel tempat kumis tumbuh memiliki banyak saraf.

Karena itu, kumis tidak boleh dicabut atau ditarik, sebab tindakan tersebut dapat menyakitkan. Sementara itu, memotong kumis tetap tidak dianjurkan karena dapat mengurangi informasi sensorik yang diterima kucing dari lingkungannya.

Lalu Apakah Kumis Kucing Bisa Tumbuh Kembali? Jika kumis kucing patah atau terpotong, kumis tersebut pada umumnya dapat tumbuh kembali selama folikelnya tidak mengalami kerusakan. Namun, proses pertumbuhannya membutuhkan waktu. Mengutip dari laman PetMD, dibutuhkan waktu sekitar 6 minggu sampai 3 bulan untuk menumbuhkan kembali kumis kucing hingga mencapai panjang yang berfungsi dengan baik.

Karena kucing dapat mengalami gangguan orientasi selama proses tersebut, tidak ada alasan untuk memotong kumis sebagai bagian dari perawatan atau grooming rutin, terkecuali jika ada alasan medis berdasarkan arahan dokter hewan.

Kumis kucing sebaiknya dibiarkan tumbuh secara alami karena memiliki beberapa fungsi penting, antara lain : Sebagai alat sensorik untuk mendeteksi sentuhan dan getaran. Membantu memperkirakan jarak antara kucing dengan benda di sekitarnya. Membantu navigasi, terutama ketika berada di tempat sempit atau minim cahaya, Membantu kucing memahami kondisi lingkungan melalui perubahan aliran udara. Mendukung orientasi dan pergerakan kucing. Membantu menunjukkan kondisi emosional, karena posisi kumis dapat berubah ketika kucing rileks, penasaran, takut, atau tegang.

Meskipun kumis yang terpotong biasanya dapat tumbuh kembali, sebaiknya jangan memotong kumis kucing tanpa alasan medis. Biarkan kumis tumbuh dan rontok secara alami. Jika kumis terlihat patah, rontok dalam jumlah banyak, atau mengalami perubahan yang tidak biasa, pemilik sebaiknya berkonsultasi dengan dokter hewan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....