UHER 4000 Report Monitor, Harta Karun di Galeri Tri Prasetya RRI Surabaya
- 11 Sep 2026 11:30 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- UHER 4000 Report Monitor koleksi Galeri Tri Prasetya RRI Surabaya adalah tape recorder reel-to-reel portabel legendaris buatan Jerman Barat era 1960-an.
- Pernah jadi andalan reporter RRI untuk liputan lapangan karena portabel, tahan banting, dan kualitas broadcast
- Kini disimpan sebagai koleksi sejarah penyiaran dan edukasi jurnalistik di RRI Surabaya Jl. Pemuda 82-90, bernilai sejarah tinggi.
RRI.CO.ID, Surabaya – Di antara koleksi bersejarah yang tersimpan di Galeri Tri Prasetya RRI Surabaya, sebuah alat perekam hitam dengan tas kulit coklat menarik perhatian. Namanya UHER 4000 Report Monitor, tape recorder reel-to-reel portabel legendaris yang pernah menjadi senjata wajib wartawan RRI dan broadcaster dunia.
Galeri Tri Prasetya sendiri merupakan museum mini dan ruang sejarah RRI Surabaya yang menyimpan berbagai peralatan siaran dari masa ke masa, mulai dari pemancar tabung, piringan hitam, hingga alat rekam lapangan seperti UHER 4000 ini.
Diproduksi oleh UHER Werke München, Jerman Barat pada awal 1961, UHER 4000 Report langsung menjadi standar emas jurnalistik lapangan sebelum era kaset dan digital lahir. RRI sebagai radio perjuangan menjadi salah satu pengguna setianya untuk meliput berita di seluruh Jawa Timur.
Keikonikan UHER 4000 Report Monitor di RRI Surabaya tidak lepas dari kepraktisannya di lapangan. Dengan berat hanya sekitar 6 kg lengkap dengan baterai dan tas selempang kulit seperti yang terlihat di koleksi Galeri Tri Prasetya, reporter RRI kala itu bisa merekam di mana saja tanpa tergantung listrik, baik di tengah sawah, di atas gunung, hingga di lokasi bencana. Di zamannya, kemampuan ini adalah sebuah revolusi.
Keunggulan lainnya terletak pada kualitas siarannya yang terjaga. VU meter bulat Peak Level Meter di sisi kiri yang tampak jelas di foto menjadi jantung pengawasan audio. Lewat jarum analog tersebut, reporter bisa memastikan suara tetap jernih dan tidak pecah saat direkam, sehingga hasilnya sudah memenuhi standar broadcast dan layak langsung mengudara di RRI.
Lebih dari itu, alat ini adalah saksi sejarah penyiaran di Surabaya.
Koleksi UHER 4000 ini sengaja dipertahankan sebagai edukasi bagi generasi muda penyiar dan jurnalis.
Kini, UHER 4000 yang tersimpan di Galeri Tri Prasetya RRI Surabaya, Jalan Pemuda 82-90 Surabaya, bukan sekadar barang antik, melainkan penanda perjalanan teknologi penyiaran publik Indonesia dari analog menuju digital. Di pasaran kolektor internasional, alat yang masih berfungsi bisa dihargai Rp 5-15 juta.
Bagi warga Surabaya yang berkunjung ke RRI, Galeri Tri Prasetya terbuka untuk umum dan menjadi wisata edukasi sejarah penyiaran yang sayang untuk dilewatkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....