Cerita Nabil Loverino, Berusaha Jaga Dua Mimpi: Dokter dan Pesepakbola
- 08 Sep 2026 16:10 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Mahasiswa S1 Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Nabil Loverino Misab, menjalani dua aktivitas sekaligus sebagai mahasiswa dan pesepak bola. Pagi hingga siang ia kuliah, sementara sore hari digunakan untuk berlatih bersama Persebaya U-20.
Nabil yang bermain sebagai sayap kanan dan penyerang itu mengenal sepak bola sejak usia sembilan tahun. Ia kemudian bergabung dengan SSB di Surabaya sebelum masuk pembinaan Persebaya pada usia 13 tahun.
“Dari umur 13 sudah masuk Persebaya,” ujar Nabil, Selasa 8 September 2026. Hingga kini, ia masih ingin mempertahankan karier sepak bola meski harus membagi waktu dengan kuliah kedokteran.
Pilihan kuliah kedokteran tidak lepas dari latar belakang keluarganya yang dekat dengan dunia kesehatan. Ayahnya merupakan analis kesehatan, sedangkan dua kakaknya berprofesi sebagai dokter.
“Pertamanya saya juga terpaksa, tapi lama-lama sudah dijelaskan kalau kedokteran itu enak karena jenjangnya panjang, daripada main bola,” tuturnya. Nabil pun mulai melihat pendidikan kedokteran sebagai bekal untuk masa depannya.
Menurut Nabil, karier pesepak bola memiliki batas waktu dan sangat bergantung pada kondisi fisik. Karena itu, ia ingin memiliki pendidikan yang dapat menjadi pegangan ketika sudah tidak lagi bermain.
“Kalau atlet sampai umur 30, kalau tidak jadi main bola kan pensiun. Mikir jenjangnya, kalau dokter kan panjang,” katanya. Ia memilih tetap bermain sepak bola sembari menyiapkan masa depan melalui pendidikan kedokteran.
Untuk menjalani keduanya, Nabil mulai mengatur waktu antara kuliah, tugas, dan latihan. “Saya sudah siapkan jadwal belajar, kalau misalnya tugas, saya sudah bagi waktu,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....