Sejarah The House of the Dead, Game Arcade Zombie yang Ikonik

  • 25 Agt 2026 19:32 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Jauh sebelum game zombie seperti Resident Evil atau Left 4 Dead mendominasi industri, arcade sudah memiliki pengalaman memburu mayat hidup lewat The House of the Dead. Game light-gun shooter besutan Sega AM1 ini pertama kali hadir di arcade Jepang pada 1996, kemudian dirilis secara internasional pada 1997. Dilansir dari situs resmi sejarah Sega, game ini menempatkan pemain sebagai agen khusus Thomas Rogan dan G, yang harus menyusup ke sebuah mansion untuk menyelamatkan korban sekaligus menghentikan eksperimen Dr. Curien.

Menariknya, The House of the Dead sebenarnya lahir dari keinginan tim Sega untuk membuat game light-gun baru setelah keberhasilan Virtua Cop. Dalam wawancara dengan tim pengembang yang dimuat oleh Sega Saturn Magazine pada 1997, sutradara sekaligus perencana Takashi Oda mengungkapkan bahwa proyek tersebut dimulai pada akhir 1996 dan pada awalnya tim masih mempertimbangkan berbagai konsep, termasuk game bertema polisi. Namun, mereka kemudian memilih pendekatan horor dengan zombie sebagai musuh utama.

Yang membedakan The House of the Dead dari game light-gun shooter sebelumnya adalah cara musuh menyerang pemain. Zombie tidak hanya muncul sebagai target yang diam, tetapi bergerak mendekati pemain, menerobos pintu dan menyerang dari berbagai arah.

Dilansir dari Retro Spotlight, pendekatan tersebut membuat game ini terasa lebih seperti film horor interaktif, sementara sistem jalur cerita bercabang membuat tindakan pemain dapat menentukan rute yang dilalui. Sega sendiri mencatat bahwa keputusan pemain memang dapat memengaruhi percabangan cerita.

Secara teknis, game ini berjalan menggunakan Sega Model 2, hardware arcade yang juga digunakan berbagai game 3D Sega pada era tersebut. Mesin arcade The House of the Dead mendukung hingga dua pemain, masing-masing menggunakan light gun.

Pemain cukup mengarahkan pistol ke layar dan menembak zombie atau makhluk lain, menciptakan pengalaman yang terasa jauh lebih imersif dibandingkan memainkan game tembak-menembak menggunakan joystick biasa.

Setelah sukses di arcade, The House of the Dead kemudian mendapatkan versi Sega Saturn pada 1998, disusul versi PC. Port Saturn juga mendukung penggunaan Virtua Gun atau Saturn Stunner, sehingga pemain rumahan dapat merasakan kembali pengalaman menembak zombie ala arcade.

Meski demikian, keterbatasan hardware Saturn membuat kualitas visualnya mengalami penurunan dibandingkan versi arcade, tetapi elemen penting seperti musuh, jalur bercabang, dan gameplay light-gun tetap dipertahankan.

Kesuksesan game pertama kemudian melahirkan franchise yang lebih besar. The House of the Dead 2 hadir pada 1998 dan dilanjutkan berbagai sekuel serta spin-off, termasuk The House of the Dead 3, The House of the Dead 4, dan The Typing of the Dead. Seri ini bahkan ikut menjadi bagian dari kebangkitan popularitas zombie dalam budaya populer.

Dilansir dari Sega-16, game pertama tersebut membantu membawa tema zombie ke generasi baru melalui kombinasi horor, aksi cepat, dan pengalaman arcade yang mudah dimainkan.

Lebih dari sekadar game tembak-tembakan zombie, The House of the Dead menjadi salah satu contoh bagaimana arcade mampu menciptakan pengalaman yang sulit ditiru oleh game rumahan pada masanya.

Penggunaan light gun, suara, efek visual, jalur cerita bercabang, dan kemunculan zombie secara tiba-tiba menjadikan pemain seolah-olah berada di dalam film horor. Hampir tiga dekade setelah debutnya, formula tersebut masih dikenang sebagai salah satu karya penting dalam sejarah arcade light-gun shooter.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....