Mengenal DOOM, Game yang Meletakkan Fondasi Genre FPS Modern
- 18 Agt 2026 15:00 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Ketika membicarakan genre first-person shooter atau FPS, nama DOOM hampir selalu menjadi bagian dari sejarahnya. Dirilis pada 10 Desember 1993 oleh id Software, DOOM bukanlah game FPS pertama. Namun, game inilah yang berhasil mempopulerkan formula FPS ke khalayak luas dan kemudian menjadi salah satu fondasi terpenting bagi perkembangan game tembak-menembak modern.
Konsep DOOM sebenarnya cukup sederhana. Pemain berperan sebagai seorang space marine yang terdampar dan harus bertempur melawan pasukan iblis yang muncul setelah eksperimen teleportasi membuka gerbang menuju neraka. Alih-alih mengandalkan cerita yang panjang, game lebih menekankan pengalaman langsung: menjelajahi fasilitas, menemukan senjata dan amunisi, membuka pintu, mencari jalan keluar, lalu menghadapi gerombolan musuh.
Salah satu kekuatan terbesar DOOM terletak pada kecepatan permainannya. Pemain tidak hanya berdiri dan menembak dari jarak jauh, tetapi harus terus bergerak, menghindari serangan, mengelola amunisi, serta memilih senjata yang tepat untuk setiap jenis musuh. Menurut PC Gamer, keseimbangan antara bobot senjata, kecepatan gerakan, respons musuh, dan desain level tersebut masih menjadi salah satu alasan mengapa DOOM tetap terasa menyenangkan dimainkan hingga sekarang.
Teknologi yang digunakan id Software juga menjadi bagian penting dari kesuksesan game ini. Programmer John Carmack mengembangkan teknologi grafis yang memungkinkan lingkungan tiga dimensi semu terlihat jauh lebih meyakinkan dibanding banyak game sebelumnya. Walaupun secara teknis DOOM tidak menggunakan dunia 3D modern seperti yang kita kenal sekarang, ilusi ruang yang dihasilkannya sudah cukup untuk memberikan pengalaman bermain yang sangat imersif pada zamannya.
Namun, pengaruh DOOM tidak berhenti pada teknologi dan gameplay. Game ini juga memperkenalkan model distribusi shareware yang sangat efektif. Bagian awal permainan diberikan secara gratis sehingga pemain dapat mencobanya sebelum membeli episode berikutnya. Cara tersebut membuat DOOM menyebar dengan sangat cepat melalui jaringan komputer dan berbagai komunitas pengguna PC.
Pengaruh DOOM bahkan melampaui industri game. Kekerasan dan visual iblis yang ditampilkan game ini sempat menimbulkan kontroversi besar di Amerika Serikat. Dilansir dari Computer History Museum, DOOM termasuk game yang dikaitkan dengan perdebatan mengenai kekerasan dalam video game dan menjadi salah satu judul yang disebut dalam sidang Kongres Amerika Serikat mengenai kekerasan video game pada 1995.
Kesuksesan DOOM kemudian melahirkan DOOM II: Hell on Earth pada 1994, disusul berbagai ekspansi, spin-off, dan generasi baru seperti DOOM 3, DOOM pada 2016, serta DOOM Eternal pada 2020. Setiap generasi membawa pendekatan berbeda, tetapi identitas dasarnya tetap dipertahankan: bergerak cepat, menembak tanpa henti, menghadapi monster mengerikan, dan memberikan pemain persenjataan yang sangat kuat.
Warisan DOOM juga masih terasa hingga sekarang. Dilansir dari PC Gamer, game ini bahkan disebut sebagai salah satu game paling berpengaruh sepanjang sejarah PC gaming. Teknologi, desain senjata, desain level, multiplayer, hingga budaya modding yang berkembang di sekitarnya ikut membentuk arah perkembangan game PC selama beberapa dekade.
Jadi, jika hari ini kita memainkan FPS dengan senjata yang terasa responsif, arena yang mendorong pemain untuk terus bergerak, musuh yang datang secara agresif, serta mode multiplayer yang memungkinkan pemain saling berhadapan, sebagian jejak sejarahnya dapat ditarik kembali ke DOOM. Game yang berusia lebih dari tiga dekade ini bukan sekadar game tembak-tembakan klasik, tetapi salah satu karya yang mengubah cara industri melihat video game FPS.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....