Apakah Kucing Benar-Benar Mengerti saat Diajak Ngobrol Pemiliknya?
- 24 Jul 2026 18:00 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Bagi sebagian pemilik kucing, mengobrol dengan hewan peliharaan mungkin sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Mulai dari bertanya, "Sudah makan belum?", mengajak bermain, sampai menceritakan bagaimana hari yang baru saja dilewati. Menariknya, ketika diajak bicara, kucing terkadang menatap wajah pemilik, menggerakkan telinga, mengeong, atau bahkan menghampiri. Lantas, apakah kucing benar-benar memahami apa yang dikatakan manusia?
Salah satu penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Animal Cognition pada 2023 menemukan bahwa kucing dapat membedakan cara bicara yang diarahkan kepada mereka dengan cara bicara yang ditujukan kepada manusia lain. Menariknya, respons tersebut terlihat terutama ketika suara yang digunakan adalah suara pemiliknya. Temuan ini menunjukkan bahwa kucing tidak hanya mendengar suara manusia, tetapi juga cukup peka terhadap cara pemiliknya berbicara kepada mereka.
Kebiasaan pemilik berbicara dengan nada suara yang lebih tinggi dan terdengar manja kepada kucing ternyata juga bukan sekadar perasaan manusia. Penelitian yang diterbitkan pada 2022 dalam jurnal Behavioural Processes menemukan bahwa manusia memang cenderung mengubah karakteristik suaranya ketika berbicara kepada kucing.
Baik laki-laki maupun perempuan menggunakan nada suara yang lebih tinggi ketika berbicara kepada kucing dibandingkan ketika berbicara kepada manusia dewasa. Jadi, ketika pemilik berkata, "Haiii, siapa ini kucing pintar?" dengan suara khas yang dibuat lebih tinggi, ternyata memang ada pola komunikasi khusus yang digunakan manusia saat berinteraksi dengan kucing.
Kemampuan kucing dalam menghubungkan suara dengan sesuatu juga semakin menarik perhatian para peneliti. Dalam artikel nature.com yang membahas penelitian dari Scientific Reports pada 2024, para peneliti menguji kemampuan kucing dalam membentuk hubungan antara suara kata dan gambar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kucing dapat membentuk asosiasi antara suara dan gambar dalam waktu relatif singkat. Penelitian ini menjadi salah satu bukti bahwa kucing memiliki kemampuan belajar dan menghubungkan suara tertentu dengan informasi yang mereka lihat.
Dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan tersebut mungkin terlihat ketika pemilik mengucapkan kata-kata yang sudah sering didengar kucing. Misalnya, kata "makan", "main", "treat", atau bahkan "dokter". Jika kata tertentu selalu diikuti dengan aktivitas yang sama, kucing bisa belajar menghubungkan suara tersebut dengan kejadian yang akan terjadi. Begitu juga ketika namanya dipanggil.
Hal inilah yang mungkin membuat pemilik kucing sering merasa bahwa hewan peliharaannya sebenarnya "paham, tetapi pura-pura tidak mendengar". Padahal, respons kucing memang tidak selalu mudah dibaca. Sebuah penelitian lain yang dipublikasikan di sciencedirect.com pada 2024 mengenai komunikasi manusia dan kucing juga menunjukkan bahwa manusia sendiri masih memiliki keterbatasan dalam memahami sinyal komunikasi kucing. Artinya, komunikasi antara manusia dan kucing sebenarnya berlangsung melalui berbagai bentuk sinyal, bukan hanya lewat kata-kata.
Jadi, apakah kucing benar-benar mengerti saat diajak ngobrol? Bisa dibilang, kucing memang memahami sebagian komunikasi manusia, tetapi dengan cara yang berbeda dari manusia. Mereka dapat mengenali suara pemilik, membedakan cara bicara yang ditujukan kepada mereka, mempelajari hubungan antara suara dan objek tertentu, serta menangkap berbagai petunjuk dari intonasi dan bahasa tubuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....