Mengenal Beragam Jenis Angklung Asli Indonesia, Warisan Budaya yang Mendunia
- 05 Jun 2026 14:38 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Di Indonesia kita mengenal beragam jenis alat musik baik alat musik tradisonal maupun alat musik modern. Selain itu, karena di Indonesia terdiri dari beragam suku, sehingga rata-rata masing-masing suku di daerah memiliki khas alat musik mereka masing-masing.
Salah satu jenis alat musik tradisional yaitu angklung. Angklung merupakan salah satu alat musik tradisional Indonesia yang terbuat dari bambu dan dimainkan dengan cara digoyangkan.
Mengutip dari website kebudayaan.kemdikbud.go.id, angklung yang telah diakui dunia sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada tahun 2010 ini berasal dari Tanah Sunda dan menghasilkan bunyi khas melalui getaran tabung-tabung bambu yang disusun dalam sebuah rangka.
Berbagai jenis angklung tradisional masih tetap dilestarikan hingga saat ini sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Indonesia. Mengutip dari website Indonesia travel beragam jenis angklung tersebut meliputi:
1. Angklung Kanekes (Baduy)
Angklung Kanekes berasal dari masyarakat Baduy di wilayah Kanekes, Banten. Angklung ini memiliki fungsi sakral dan digunakan dalam berbagai ritual pertanian, khususnya yang berkaitan dengan penanaman padi. Dalam tradisi masyarakat Baduy, angklung bukan sekadar alat hiburan, melainkan bagian dari sistem kepercayaan dan penghormatan terhadap alam.
2. Angklung Bungko
Angklung Bungko berasal dari wilayah Indramayu, Jawa Barat. Jenis angklung ini memiliki keterkaitan dengan tradisi masyarakat pesisir dan sering ditampilkan dalam berbagai kegiatan adat maupun perayaan budaya setempat.
3. Angklung Dogdog Lojor
Angklung Dogdog Lojor berkembang di kawasan masyarakat adat Kasepuhan di sekitar Gunung Halimun, Banten. Nama "Dogdog Lojor" berasal dari alat musik pengiring berupa gendang panjang yang disebut dogdog lojor.
4. Angklung Badud
Angklung Badud berkembang di daerah Ciamis, Jawa Barat. Kesenian ini biasanya ditampilkan dalam berbagai acara rakyat dan perayaan budaya daerah. Keunikan Angklung Badud terletak pada perpaduan musik, tarian, dan unsur pertunjukan rakyat yang meriah.
5. Angklung Gubrag
Angklung Gubrag berasal dari wilayah Bogor, Jawa Barat. Jenis angklung ini dikenal sebagai salah satu angklung tertua yang masih bertahan hingga sekarang.
Fungsinya erat kaitannya dengan upacara penghormatan kepada Dewi Padi dalam tradisi pertanian masyarakat Sunda. Angklung Gubrag biasanya dimainkan saat proses menanam, mengangkut, hingga menyimpan hasil panen di lumbung.
6. Angklung Badeng
Angklung Badeng berasal dari wilayah Garut, Jawa Barat. Kesenian ini berkembang sebagai media dakwah Islam yang dipadukan dengan seni musik tradisional Sunda. Selain berfungsi sebagai hiburan, Angklung Badeng juga digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat.
7. Angklung Buncis
Angklung Buncis berkembang di wilayah Bandung dan sekitarnya. Pada masa lalu, kesenian ini menjadi bagian dari ritual pertanian masyarakat Sunda. Namun, sejak sekitar tahun 1940-an, fungsi ritualnya mulai berkurang dan berubah menjadi kesenian hiburan masyarakat.
Angklung merupakan alat musik bambu yang menghasilkan satu nada atau akor pada setiap instrumen, sehingga diperlukan kerja sama banyak pemain untuk membentuk sebuah melodi.
Nilai gotong royong inilah yang menjadikan angklung tidak hanya sebagai alat musik, tetapi juga sarana pendidikan karakter. Alat musik tradisional Indonesia memiliki nilai budaya yang tinggi dan layak dilestarikan oleh generasi muda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....