Festival Kampung Dongeng Surabaya Ajak Orang Tua Mendongeng

  • 02 Jun 2026 10:57 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kampung Dongeng Surabaya menggelar Festival Kampung Dongeng untuk memperingati hari jadinya yang ke-17. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Anti Doping Universitas Negeri Surabaya, Lidah Wetan.

Festival ini menjadi bagian dari peringatan ulang tahun Kampung Dongeng yang dilaksanakan serentak secara nasional. Kegiatan tersebut melibatkan anak-anak dan orang tua dalam berbagai aktivitas literasi keluarga.

Sebanyak 150 peserta mengikuti festival tersebut. Peserta terdiri atas anak-anak bersama orang tua dari berbagai wilayah di Surabaya. Penyelenggara menjelaskan kegiatan itu bertujuan memperkuat keterlibatan orang tua dalam tumbuh kembang anak. Kehadiran orang tua dinilai penting untuk menciptakan kedekatan emosional dalam keluarga.

Festival juga menjadi ruang interaksi yang menyenangkan bagi keluarga. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak menikmati cerita dan imajinasi secara langsung.

Ketua Kampung Dongeng Surabaya, Hilmi menyebut tradisi mendongeng perlu kembali dibiasakan di lingkungan keluarga. Kebiasaan itu dinilai memiliki manfaat besar bagi perkembangan anak.

“Harapannya sederhana, kami ingin mengembalikan dongeng yang dulu selalu hadir dari orang tua kepada anak,” ujar Hilmi.

Menurutnya, dongeng bukan sekadar hiburan bagi anak-anak. Dongeng juga menjadi sarana menanamkan nilai moral dan membangun karakter sejak dini. Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai sesi yang melibatkan anak dan orang tua. Peserta diajak berinteraksi melalui cerita yang disampaikan secara menarik dan edukatif.

Suasana festival berlangsung meriah sejak pagi hari. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang disiapkan panitia. Para orang tua juga terlihat aktif mendampingi anak-anak selama acara berlangsung. Kehadiran mereka menjadi bagian utama dari tujuan penyelenggaraan festival.

Penyelenggara menilai perkembangan teknologi membawa tantangan baru bagi keluarga. Penggunaan gawai yang berlebihan dikhawatirkan mengurangi interaksi langsung antara orang tua dan anak.

Karena itu, kegiatan mendongeng kembali didorong sebagai alternatif positif. Dongeng dianggap mampu menciptakan komunikasi yang lebih hangat di dalam keluarga. Selain mempererat hubungan keluarga, dongeng juga dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak. Aktivitas tersebut membantu anak mengenal kosakata dan mengembangkan daya pikir.

Kampung Dongeng Surabaya berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Upaya itu menjadi bagian dari gerakan literasi yang ramah anak. Menurut Hilmi, membiasakan dongeng sejak dini akan memberi dampak positif jangka panjang. Anak-anak dapat tumbuh dengan imajinasi, empati, dan kemampuan komunikasi yang lebih baik.

“Harapan besar kami, dongeng kembali menjadi hal yang akrab bagi anak-anak,” ujarnya.

Ia menambahkan kebiasaan tersebut dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap gawai. Anak-anak diharapkan memiliki aktivitas yang lebih terarah dan bermanfaat. Festival Kampung Dongeng Surabaya menjadi salah satu bentuk kampanye literasi keluarga. Kegiatan itu menempatkan orang tua sebagai tokoh utama dalam proses pendidikan anak.

Melalui momentum peringatan ulang tahun ke-17, Kampung Dongeng ingin memperluas manfaat gerakan mendongeng. Organisasi tersebut juga mengajak lebih banyak keluarga terlibat dalam budaya bercerita. Hilmi berharap tradisi yang pernah menjadi bagian kehidupan masyarakat itu dapat hidup kembali. Dengan begitu, anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan bersama keluarga.

Festival tersebut menegaskan pentingnya peran keluarga dalam perkembangan anak. Kehadiran orang tua melalui kegiatan sederhana seperti mendongeng dinilai tetap relevan di era digital saat ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....