Ikan Sapu-Sapu, Dari Penghuni Akuarium Menjadi “Penguasa” Sungai

  • 04 Mei 2026 12:42 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID , Surabaya - Di berbagai sungai di Indonesia, kehadiran ikan sapu-sapu sudah menjadi pemandangan yang tidak asing. Tubuhnya yang keras berlapis seperti perisai, dengan mulut pengisap khas, membuat ikan ini mudah dikenali. Namun, di balik keberadaannya yang kini dianggap sebagai hama, tersimpan kisah panjang tentang bagaimana ikan ini pertama kali masuk ke perairan Nusantara.

Ikan sapu-sapu merupakan bagian dari keluarga Loricariidae yang berasal dari Amerika Selatan, khususnya wilayah sungai besar seperti Amazon. Awalnya, ikan ini didatangkan ke Indonesia sebagai ikan hias. Kemampuannya membersihkan lumut dan kotoran di akuarium membuatnya populer di kalangan pecinta ikan.

Namun, seiring waktu, ikan sapu-sapu yang tumbuh semakin besar sering kali dianggap tidak lagi menarik untuk dipelihara. Banyak pemilik akuarium kemudian melepaskannya ke sungai atau perairan umum. Dari sinilah perjalanan ikan ini berubah—dari penghuni akuarium menjadi bagian dari ekosistem liar.

Tanpa predator alami yang cukup kuat di perairan Indonesia, ikan sapu-sapu berkembang pesat. Ia mampu bertahan di kondisi air yang keruh bahkan tercemar, serta berkembang biak dengan cepat. Akibatnya, populasi ikan ini meningkat tajam dan mulai mendominasi habitat sungai, hingga sering disebut sebagai hama karena mengganggu keseimbangan ekosistem dan bersaing dengan ikan lokal.

Fenomena ini sejalan dengan konsep spesies invasif dalam dunia perairan. Dalam buku Aquatic Invasive Species: A Global Perspective karya Gregory M. Ruiz dan James T. Carlton, dijelaskan bahwa perdagangan ikan hias menjadi salah satu jalur utama penyebaran spesies asing ke berbagai negara. Ketika dilepas ke alam, sebagian spesies ini mampu beradaptasi dengan cepat dan berubah menjadi invasif, bahkan merugikan lingkungan setempat.

Kini, ikan sapu-sapu tidak lagi sekadar dikenal sebagai “ikan pembersih akuarium”. Di banyak daerah, keberadaannya justru menjadi tantangan bagi ekosistem sungai dan para nelayan. Meski demikian, kisahnya memberikan pelajaran penting tentang dampak dari tindakan sederhana manusia terhadap lingkungan.

Dari akuarium kecil di rumah hingga menguasai aliran sungai, perjalanan ikan sapu-sapu menjadi cerminan bagaimana sebuah spesies bisa berubah peran—dari hiasan menjadi ancaman—ketika keseimbangan alam terganggu.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....