Tips Pemberian Dry Food dan Wet Food untuk Kucing bagi Pemilik Hewan
- 15 Apr 2026 13:02 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Memberikan makanan yang tepat untuk kucing menjadi salah satu kunci utama menjaga kesehatan dan kualitas hidupnya. Banyak pemilik hewan masih bingung memilih antara dry food (makanan kering) dan wet food (makanan basah). Padahal, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing jika diberikan dengan cara yang tepat.
Salah satu hal terpenting dalam pemberian makanan kucing adalah memperhatikan kebutuhan cairan. Kucing secara alami memiliki dorongan minum yang rendah. Menurut artikel dari cathealth.com, menyebutkan makanan basah atau wet food mengandung sekitar 75% air, jauh lebih tinggi dibandingkan dry food yang hanya sekitar 10% . Oleh karena itu, wet food sangat membantu menjaga hidrasi, terutama bagi kucing yang jarang minum.
Penelitian dari Journal of Nutritional Science tahun 2017 berjudul "The effect of changing the moisture levels of dry extruded and wet canned diets on physical activity in cats" yang diterbitkan pubmed.ncbi.nlm.nih.gov, juga menunjukkan bahwa kadar air dalam makanan berpengaruh pada kondisi tubuh kucing. Studi tersebut meneliti efek perbedaan kelembapan antara makanan kering dan basah terhadap aktivitas serta keseimbangan energi kucing . Artinya, pemilihan jenis makanan tidak hanya soal kenyang, tetapi juga berdampak pada kesehatan jangka panjang.
Selain itu, penting bagi pemilik untuk tidak hanya terpaku pada satu jenis makanan. Beberapa ahli menyarankan kombinasi dry food dan wet food agar kebutuhan nutrisi lebih seimbang. Studi terbaru pada 2026 di www.nature.com bahkan menemukan bahwa komposisi mikrobioma usus kucing berbeda tergantung jenis makanan yang dikonsumsi, di mana makanan kering cenderung lebih tinggi karbohidrat dibandingkan makanan basah . Hal ini menunjukkan bahwa variasi makanan dapat memengaruhi sistem pencernaan kucing.
Dari sisi kesehatan gigi, dry food memiliki keunggulan tersendiri. Penelitian pada 2025 menunjukkan bahwa kucing yang mengonsumsi makanan kering memiliki lebih sedikit penumpukan plak dibandingkan yang hanya makan wet food. Karena teksturnya yang keras, dry food membantu mengurangi kotoran pada gigi meski tetap perlu perawatan tambahan seperti menyikat gigi.
Namun, pemilik juga perlu memperhatikan risiko jika hanya memberikan dry food. Kurangnya asupan cairan dapat menyebabkan masalah saluran kemih atau dehidrasi ringan. Artikel cathealth.com berjudul "Wet Food vs. Dry Food For Cats" menyebutkan bahwa kucing yang hanya makan dry food cenderung memiliki asupan air lebih rendah dan volume urin lebih sedikit . Karena itu, jika memilih dry food, pastikan kucing selalu memiliki akses air bersih yang cukup.
Tips berikutnya adalah memperhatikan jadwal dan porsi makan. Memberikan wet food dalam porsi kecil namun rutin bisa menjadi cara efektif menjaga hidrasi, sementara dry food dapat diberikan sebagai makanan utama atau saat pemilik tidak berada di rumah karena lebih tahan lama. Kombinasi ini juga membantu menghindari kebosanan pada kucing.
Terakhir, setiap kucing memiliki kebutuhan yang berbeda tergantung usia, kondisi kesehatan, dan aktivitasnya. Tidak ada satu jenis makanan yang paling benar untuk semua kucing. Yang terpenting adalah memastikan nutrisi seimbang, cukup air, dan konsultasi dengan dokter hewan jika diperlukan. Dengan memahami cara pemberian dry food dan wet food yang tepat, pemilik hewan dapat membantu kucing tetap sehat, aktif, dan bahagia dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....