Pleci dan Pagi Hari,Harmoni Kecil yang Dicari Para Penghobi
- 02 Apr 2026 11:12 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID ,Surabaya - Di sudut timur Surabaya, tepatnya di kawasan Gubeng, geliat hobi memelihara burung masih terasa hidup. Di antara berbagai jenis burung kicau, pleci menjadi salah satu primadona. Burung kecil bermata putih ini tak hanya digemari karena suaranya yang nyaring, tetapi juga karena perawatannya yang relatif mudah. Fenomena ini terlihat jelas di Pasar Burung Bratang, pusat jual-beli burung yang telah lama menjadi magnet para penghobi.
Di pagi hari, suasana Pasar Bratang dipenuhi suara kicauan yang saling bersahutan. Ratusan bahkan ribuan burung dari berbagai jenis menggema, menciptakan harmoni khas yang sulit ditemukan di tempat lain. Pasar ini memang dikenal sebagai sentra burung di Surabaya dan menjadi tempat berkumpulnya para kolektor serta penghobi dari berbagai daerah.
Di antara deretan sangkar, pleci menempati posisi istimewa. Ukurannya kecil, namun karakternya lincah dan suaranya tajam. Tak heran jika banyak pemula memilih pleci sebagai burung pertama yang dipelihara.
Memelihara pleci bukan hanya soal menikmati suara merdu. Bagi sebagian orang, ini adalah bentuk relaksasi di tengah kesibukan kota. Rutinitas sederhana seperti memberi makan, menjemur burung, hingga melatih kicauan menjadi aktivitas yang menenangkan.
Selain itu, hobi ini juga membangun jejaring sosial. Para penghobi sering bertemu di pasar atau komunitas untuk bertukar tips, bahkan mengikuti lomba burung berkicau. Interaksi ini membuat hobi memelihara burung terasa lebih hidup dan bermakna.
Di salah satu sudut pasar, Toko pak Sodiq menjadi tempat singgah para pembeli pleci. Pemilik toko yang sudah lama berjualan mengungkapkan bahwa pleci termasuk burung yang stabil peminatnya.
“Pleci itu cocok untuk pemula. Harganya relatif terjangkau dan kalau dirawat dengan benar, suaranya bisa bagus,” ujarnya.
Senada dengan itu, menambahkan bahwa tren pleci sempat naik drastis beberapa tahun lalu, terutama saat lomba-lomba burung semakin populer. “Dulu bisa ramai sekali, sekarang memang tidak seramai dulu, tapi peminat pleci tetap ada. Biasanya pembeli mencari yang sudah mulai gacor (rajin berkicau),” ujarnya.
Fenomena naik-turun ini juga dirasakan pasar secara keseluruhan. Setelah masa kejayaan yang sangat ramai, aktivitas perdagangan di Pasar Bratang sempat menurun akibat perubahan tren dan dampak pandemi Meski begitu, pasar ini masih bertahan sebagai pusat hobi burung di Surabaya.
Keberadaan Pasar Bratang tidak hanya sebagai tempat transaksi, tetapi juga sebagai ruang hidup bagi komunitas pecinta burung. Di sini tersedia segala kebutuhan, mulai dari burung, pakan, hingga perlengkapan seperti sangkar dan vitamin .
Para penghobi bisa belajar langsung dari pedagang berpengalaman, sekaligus melihat berbagai jenis burung secara langsung. Hal ini membuat pengalaman memelihara burung menjadi lebih mendalam dibanding sekadar membeli secara online.
Hobi memelihara burung pleci mungkin terlihat sederhana, tetapi di baliknya tersimpan cerita tentang ketekunan, kesabaran, dan kebersamaan. Dari suara kicauan di pagi hari hingga obrolan santai di pasar, semuanya membentuk ekosistem yang unik.
Di tengah perubahan zaman, Pasar Burung Bratang tetap menjadi saksi bahwa hobi ini belum benar-benar hilang. Selama masih ada orang yang menikmati suara burung di halaman rumahnya, selama itu pula pleci akan terus berkicau—dan cerita para penghobinya akan terus hidup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....