Tren Bawa Tumbler dan Tas Belanja Kian Menguat karena Sadar Lingkungan

  • 26 Mar 2026 11:50 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kebiasaan membawa tumbler dan tas belanja sendiri kini bukan lagi sekadar gaya hidup alternatif, melainkan telah menjadi tren global yang semakin populer, terutama di kalangan generasi muda. Di berbagai kota besar, termasuk di Indonesia, kebiasaan ini terlihat di kafe, kantor, hingga pusat perbelanjaan.

Selain praktis, tren ini juga mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap dampak penggunaan plastik sekali pakai terhadap lingkungan. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Universitas Negeri Padang berjudul "Rancangan Kampanye Gerakan Membawa Tumbler Minimalisir Sampah Botol Plastik" pada 2025 yang diterbitkan oleh socialempirical.fis.unp.ac.id menyebutkan fenomena ini tidak muncul tanpa alasan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa limbah plastik, khususnya botol dan kantong sekali pakai, menjadi salah satu penyumbang utama pencemaran lingkungan. Studi akademik menegaskan bahwa botol plastik sulit terurai dan memiliki dampak jangka panjang terhadap ekosistem darat maupun laut.

Karena itu, gerakan membawa tumbler dan tas belanja sendiri mulai didorong sebagai solusi sederhana yang bisa dilakukan individu. Masih dalam penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa gerakan penggunaan tumbler menunjukkan bahwa pendekatan edukatif dan persuasif melalui media sosial mampu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda.

Bahkan dalam konteks pendidikan, program “bring your tumbler” di sekolah terbukti mampu membentuk kebiasaan ramah lingkungan sejak dini serta mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai secara signifikan. Hal serupa juga terjadi pada penggunaan tas belanja ulang pakai. Studi internasional dari National Library of Medicine pada 2022 tentang perilaku konsumen menemukan bahwa nilai dan kesadaran lingkungan menjadi faktor utama yang mendorong seseorang beralih ke tas belanja ramah lingkungan.

Artinya, perubahan gaya hidup ini bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga dipengaruhi oleh nilai pribadi dan kebiasaan sosial yang berkembang di masyarakat. Kebijakan pemerintah turut memperkuat tren ini. Di berbagai daerah seperti yang disebutkan dalam journal.ipb.ac.id berjudul "The effect of campaign of the plastic bag use reduction policy toward “green behavior” of Bogor City society" pada 2022, pembatasan penggunaan kantong plastik di pusat perbelanjaan terbukti meningkatkan kesadaran, sikap, dan tindakan masyarakat untuk beralih ke alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Kebijakan ini secara tidak langsung mendorong masyarakat untuk selalu membawa tas belanja sendiri sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari. Di sisi lain, tren ini juga didorong oleh faktor gaya hidup modern.

Membawa tumbler kini dianggap lebih praktis dan ekonomis, karena pengguna dapat mengisi ulang air minum tanpa harus membeli kemasan baru. Selain itu, banyak brand yang menghadirkan desain tumbler dan tas belanja yang menarik, sehingga turut meningkatkan daya tariknya sebagai bagian dari identitas diri.

Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa perubahan perilaku tidak selalu mudah. Masih ada kesenjangan antara kesadaran dan tindakan nyata, di mana sebagian orang memahami pentingnya penggunaan produk ramah lingkungan, namun belum konsisten dalam penerapannya. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan dan dukungan fasilitas publik tetap diperlukan agar tren ini bisa menjadi kebiasaan jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....