Si Kecil Suka Main Lego? Intip Manfaat Hebat di Balik Balok Warna
- 03 Mar 2026 16:56 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Siapa yang tidak kenal dengan balok warna-warni mungil yang seringkali membuat kita berteriak kesakitan saat tidak sengaja terinjak? Ya, Lego atau mainan bongkar pasang sejenisnya ternyata menyimpan manfaat yang jauh lebih besar daripada sekadar mengisi waktu luang. Bermain tak bisa dilepaskan dari kehidupan anak-anak. Melalui bermain, si kecil bisa mengembangkan beragam kecerdasan, seperti sensorik, motorik, hingga kreativitas. Nah, ketiganya bisa ditemukan dalam permainan Lego.
Di balik serunya menyusun kastil, membuat kapal laut, atau pesawat luar angkasa, ada proses belajar yang luar biasa bagi si kecil. Para ahli menyebutkan bahwa permainan ini adalah investasi cerdas untuk perkembangan otak anak. Dilansir dari Klikdokter.com Sejak kemunculannya pada 1940, Lego memang telah menjadi sebuah fenomena yang mendunia di bidang mainan edukasi anak-anak. Mainan asal Denmark ini merupakan sekumpulan balok plastik kecil yang bisa disusun sedemikian rupa, menjadi berbagai bentuk. Mainan ini tergolong constructive play, yaitu pola bermain dengan memanipulasi benda-benda untuk membuat sesuatu yang baru.
Saat anak mencoba menyatukan dua kepingan kecil, mereka sebenarnya sedang melatih koordinasi mata dan tangan. Gerakan otot-otot kecil di jari tangan ini sangat krusial sebagai fondasi sebelum mereka belajar menulis atau menggambar dengan rapi. Karenanya bermain lego sagat baik untuk perkembangan motorik maupun sensorik anak.
Pernahkah Anda melihat anak tampak serius saat bangunan mereka roboh? Di situlah letak pembelajarannya. Mereka dipaksa berpikir secara logis: "Kenapa ini jatuh?" atau "Bagaimana cara membuat dasarnya lebih kuat?". Ini adalah latihan dasar pemecahan masalah yang sangat berguna di dunia nyata.
Bermain lego juga dapat menjadi latihan untuk anak belajar kesabaran. Menyusun ribuan balok menjadi sebuah bentuk utuh tidak bisa dilakukan dalam sekejap. Anak belajar bahwa hasil yang indah membutuhkan proses, ketelitian, dan tentu saja kesabaran ekstra.
Kemudian, pernahkah orang tua memperhatikan, tanpa instruksi manual sekalipun, anak bisa menciptakan dunianya sendiri. Hari ini menjadi naga, besok menjadi markas polisi. Kebebasan bereksperimen ini memicu kreativitas yang nantinya akan membantu mereka berpikir out-of-the-box. Pada akhirnya, rasa bangga yang luar biasa saat si kecil berhasil menyelesaikan rakitannya dan menunjukkannya kepada orang tua menjadi momen suntikan kepercayaan diri yang sangat positif bagi mental mereka.
Jadi ayah bunda, jika si kecil sibuk merakit dan ruangan nampak berantakan karena lego yang berserakan, percayalah ia bukan sekedar bermain namun sedang membangun dunianya dan mengembangkan dirinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....