Pensiunan RRI Persembahkan Antologi Puisi Baru
- 12 Des 2025 12:24 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya : Komunitas Angkasawan Sahaja (KAS), wadah para pensiunan angkasawan Radio Republik Indonesia (RRI), merilis buku kumpulan puisi kedua bertajuk “Kutorehkan Puisi untuk Negeri”. Buku setebal 133 halaman ini resmi diperkenalkan sebagai bagian dari Peringatan Hari Ulang Tahun Pensiunan RRI yang jatuh pada 16 Desember 2025.
Buku tersebut menghimpun karya 12 angkasawan senior dari berbagai daerah yang sejak aktif di RRI telah dikenal memiliki minat kuat dalam dunia kepenulisan.
Koleksi puisi ini diterbitkan oleh Meja Tamu Publishing dan mendapat sambutan dari berbagai tokoh nasional, mulai Direktur Utama RRI Hendrasmo, Ketua Pensiunan LPP RRI Anhar Ahmad, Anggota Dewan Pers Dr. Niken Widyastuti, hingga pemerhati RRI Laksdya TNI (Purn) Dr. Widodo.
Seremoni penyerahan simbolis dilakukan di RRI Surabaya pada 8 Desember 2025 kepada sejumlah pimpinan RRI era kini, yakni Kepala RRI Bandung Sulaiman Yusuf, Kepala RRI Denpasar Dr. Taufan, serta Kepala Pusat Pemberitaan LPP RRI Yusri Darto.
Koordinator Komunitas Angkasawan Sahaja, Kris Mariyono, menegaskan bahwa penerbitan buku ini bukan sekadar ajang nostalgia, melainkan wujud kontribusi intelektual para pensiunan RRI bagi dunia literasi nasional.
“Kami ingin menunjukkan bahwa semangat berkarya tak pernah pensiun. Buku ini menjadi bentuk cinta kami kepada negeri dan kepada RRI yang telah membesarkan kami,” ujar Kris dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/12/2025).
Ia berharap karya bersama ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi penyiar dan penulis berikutnya.
“Harapan kami, buku Kutorehkan Puisi untuk Negeri dapat memicu gerakan literasi lebih luas serta menyemangati RRI dalam meningkatkan kualitas program-program kebudayaan,” tambahnya.
Dua belas penulis yang tergabung dalam buku ini antara lain Agus Artha (Solo), Agus Sukoyo (Purwokerto), Bahtiar (Makasar), Buang Supeno (Malang), Gede Maliasa (Singaraja), Hartono (Mataram), Kris M. (Surabaya), M. Taufik (Sibolga), Sudiarto (Semarang), Wirja Taufan (Medan), Roro Rejeki (Medan), dan Yayuk Manan (Surabaya).
Melalui karya ini, KAS menegaskan semboyan mereka: Sekali Berkarya, Tetap Berkarya sebuah pesan kuat tentang semangat, kreativitas, dan harmoni di usia senja.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....