Rehat dari Gadget, Yuk Main Lagi di Halaman!
- 28 Nov 2025 14:00 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Siapa yang masih ingat serunya bermain petak umpet sampai sore, atau asyiknya lompat tali sambil bernyanyi bersama teman-teman? Sayangnya, pemandangan seperti ini kini semakin langka. Anak-anak zaman sekarang lebih sering terlihat asyik dengan gadget di tangan, mata terpaku pada layar, jari-jari sibuk menggerakkan karakter game online. Padahal, di balik kesederhanaan permainan tradisional, tersimpan manfaat luar biasa yang tak bisa digantikan oleh canggihnya teknologi digital.
Dikutip dari laman journal.unnes.ac.id, Permainan tradisional memiliki banyak manfaat, selain sebagai warisan budaya bangsa permainan tradisional juga dapat berperan sebagai alat untuk melatih perkembangan motorik anak, kemampuan interaksi sosial anak, dan juga pembentukan karakter pada anak. Bayangkan saja, saat bermain gobak sodor dan boi-boian, anak-anak belajar strategi, kerjasama tim, dan sportivitas. Main congklak melatih kemampuan berhitung sambil mengasah kesabaran. Bahkan petak umpet yang terkesan sederhana itu mengajarkan kejujuran dan keberanian. Semua ini terjadi secara alami, tanpa perlu instruksi khusus, sambil bergerak aktif dan berinteraksi langsung dengan teman sebaya.
Berbeda dengan game online yang membuat anak terisolasi di depan layar, permainan tradisional mengajak mereka keluar rumah, merasakan hangatnya sinar matahari, dan membangun persahabatan sejati. Masalahnya, kecanduan game online kini sudah sangat mengkhawatirkan. Banyak anak yang lupa waktu, prestasi akademik menurun, kesehatan mata terganggu, bahkan kemampuan bersosialisasi mereka melemah. Mereka jadi kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan kehilangan momen berharga masa kecil yang seharusnya penuh dengan tawa dan petualangan nyata.
Melestarikan permainan tradisional bukan berarti anti-teknologi, kok. Ini tentang menciptakan keseimbangan agar anak-anak tetap mengenal akar budayanya sambil menikmati masa kecil yang sehat dan menyenangkan. Orang tua bisa memulai dari hal sederhana: ajak anak bermain di halaman setiap sore, kenalkan mereka dengan bekel atau engklek, atau bahkan bikin turnamen kecil-kecilan di lingkungan RT. Sekolah pun bisa mengintegrasikan permainan tradisional dalam kegiatan olahraga. Dengan cara ini, kita tidak hanya menyelamatkan warisan budaya, tapi juga membangun generasi yang berkarakter kuat, sehat fisik dan mental.
Indonesia punya ratusan permainan tradisional dari Sabang sampai Merauke, masing-masing dengan keunikan dan kearifan lokal yang mempesona. Sayang sekali kalau semua ini hilang begitu saja, kan? Mari kita bersama-sama mengembalikan keceriaan masa kecil yang sesungguhnya. Ajak anak-anak merasakan serunya bermain di tanah lapang, berlarian dengan teman-teman, dan menciptakan kenangan indah yang akan mereka ceritakan turun-temurun. Yuk, mulai dari sekarang selamatkan budaya, sehatkan generasi! (Ellin)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....