Buku Fiksi itu Bukan Hanya Sekadar Hiburan
- 03 Nov 2025 07:58 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya : Era digital dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat membuat sebagian besar orang lebih sering menatap layar gawai, baik itu handphone ataupun komputer. Sadar akan hal tersebut, banyak orang mulai kembali menghidupkan minat untuk membaca buku konvensional dengan aroma kertas dan sensasi membalik halaman yang sempat terlupakan. Salah satu yang menarik banyak orang untuk kembali membaca buku adalah karena keberadaan buku fiksi seperti novel, cerpen, atau kisah imajinatif lainnya.
Membaca buku fiksi ternyata punya manfaat mendalam yang tidak banyak diketahui. Salah satunya adalah peningkatan kemampuan bahasa dan daya pikir. Sebuah riset yang dilaporkan oleh World Economic Forum dalam https://www.weforum.org/ menyebut bahwa mereka yang rutin membaca fiksi menunjukkan kemampuan verbal yang lebih baik dibanding yang hanya membaca non-fiksi. Hal ini disebabkan karena buku fiksi memaksa otak bekerja pada banyak level seperti mengingat karakter, setting, alur, dan emosi. Sebuah proses yang memperkuat koneksi otak dan daya ingat.
Selain itu, studi di bidang psikologi dalam laman novelmeds.org menunjukkan bahwa pembaca fiksi reguler memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk memahami emosi orang lain dan membangun hubungan sosial yang lebih baik. Membaca buku fiksi juga dapat membuat seseorang untuk masuk ke dalam karakter dalam cerita sehingga membuat dirinya lebih peka terhadap perasaan dan emosi orang lain.
Healthy Monday menyampaikan pernyataan dalam laman healthymonday.com sebuah riset terkini menunjukkan bahwa membaca buku fiksi dapat menurunkan Tingkat stress hingga 68%. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan beberapa kegiatan seperti mendengarkan musik, menikmati secangkir teh, ataupun berjalan kaki.
Jadi, membaca buku fiksi dapat dijadikan motivasi utama untuk kembali membaca buku konvensional, bukan buku elektronik yang mengharuskan kita untuk menatap layar digital. Carilah buku fiksi semacam novel yang menurut anda menarik dan nikmatilah setiap halamannya tanpa distraksi dari layar digital. Membaca fiksi bukan hanya sekadar hiburan, tetapi dapat melatih bahasa, membangun empati, dan memberi ruang untuk pikiran kita berimajinasi. (Naufal)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....