Membaca Ulang Buku Lama, Tetapi Rasanya Berbeda?

  • 27 Okt 2025 10:01 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Para pembaca buku mungkin pernah mengalami sebuah fenomena saat membuka kembali buku yang sudah pernah dibaca, lalu menemukan bahwa segalanya terasa lebih dalam daripada saat pertama kali dibaca. Cerita yang dahulu terasa ringan atau bahkan biasa saja, kini membuat pembaca berpikir lebih keras. Tokoh yang dahulu tidak disukai, justru kini terasa relate dan relevan.

Dilansir dari laman psychologytoday.com pengalaman membaca ulang buku lama bisa terasa berbeda karena otak dan emosi seseorang sudah berkembang. Setiap kali seseorang tumbuh, cara dirinya memandang dunia ikut berubah. Tak terkecuali cara memahami sebuah cerita. Jadi, buku yang sama bisa menghadirkan makna baru sesuai dengan pengalaman hidup yang sudah dialami.

Membaca ulang juga dapat membuat seorang pembaca menemukan hal-hal yang sebelumnya tidak disadari pada saat pertama kali membaca buku tersebut. Detail yang baru disadari ini juga dapat membuat pembaca merasa bahwa ada perbedaan dalam buku yang dibacanya kembali.

Selain itu, membaca ulang sebuah buku juga dapat menjadi self-check terkait pemahaman seorang pembaca buku. Dalam buku nonfiksi, ketika seorang pembaca kembali membaca dengan saksama dan memahami setiap detailnya dengan lebih baik, maka semuanya akan terasa masuk akal. Hal ini juga dapat membuat seorang pembaca merasa bahwa buku yang sebelumnya disukai terasa biasa saja, ataupun sebaliknya pembaca baru dapat menangkap pesan dan nilai yang ingin disampaikan oleh penulis.

Pada akhirnya, membaca ulang buku lama bukan sekadar nostalgia belaka. Ini adalah perjalanan baru dalam cerita yang sama, tetapi dengan pembaca yang sudah tumbuh dan berkembang. Jadi, siapkan waktu, ambil kembali buku lama Anda, dan temukan diri Anda yang baru di setiap halaman yang sama! (Naufal)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....