Sejarah Batu Giok, Material Berharga dari Peradaban Kuno
- 07 Okt 2026 09:21 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya: Batu giok dikenal sebagai salah satu material yang memiliki nilai sejarah dan budaya panjang. Selain digunakan sebagai perhiasan, batu ini sejak zaman kuno telah dimanfaatkan untuk membuat berbagai benda, mulai dari ornamen hingga perlengkapan upacara.
Mengutip World History Encyclopedia dalam artikel Jade in Ancient China, masyarakat Tiongkok kuno telah memberikan perhatian khusus terhadap batu giok, terutama jenis nefrit. Material tersebut dikenal karena memiliki kekuatan dan ketahanan yang tinggi, namun tetap dapat dibentuk dan dipoles menjadi berbagai karya dengan detail yang rumit.
Pada masa itu, giok tidak hanya dinilai karena keindahannya. Batu ini juga memiliki makna simbolis dalam kehidupan masyarakat. Giok dikaitkan dengan nilai-nilai seperti kemurnian dan integritas, sehingga penggunaannya tidak terbatas pada benda sehari-hari, tetapi juga berkaitan dengan kegiatan ritual dan kehidupan sosial.
Salah satu bentuk benda giok yang terkenal dari Tiongkok kuno adalah bi, yaitu cakram berbentuk bulat dengan lubang di bagian tengah. Benda tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana giok tidak hanya berfungsi sebagai material kerajinan, tetapi juga memiliki peranan dalam tradisi dan kebudayaan masyarakat pada masa itu.
Pengolahan batu giok pada masa kuno bukan pekerjaan sederhana. Karena memiliki tingkat kekerasan yang tinggi, proses pembentukan dan penghalusan membutuhkan waktu, ketelitian, serta keterampilan. Para pengrajin harus mengolah batu secara bertahap untuk menghasilkan bentuk dan ukiran yang diinginkan.
Perdagangan juga turut membuat penggunaan giok berkembang. Nefrit yang digunakan masyarakat Tiongkok kuno antara lain berasal dari wilayah yang kini dikenal sebagai Xinjiang. Material tersebut kemudian dibawa melalui jalur perdagangan dan menjadi bagian penting dari perkembangan kerajinan giok di Tiongkok.
Dalam perkembangannya, istilah giok mencakup dua jenis mineral utama, yaitu nefrit dan jadeit. Namun, masyarakat Tiongkok kuno pada awalnya lebih banyak menggunakan nefrit. Jadeit baru mulai dikenal secara luas di Tiongkok pada periode yang jauh lebih kemudian, setelah material tersebut didatangkan dari wilayah yang kini menjadi Myanmar.
Seiring berjalannya waktu, penggunaan batu giok terus berkembang menjadi berbagai bentuk kerajinan dan perhiasan. Keindahan, kekuatan, serta nilai budaya yang melekat pada material ini membuat giok tetap memiliki tempat khusus dalam sejarah seni dan kebudayaan.
Sejarah panjang tersebut menunjukkan bahwa batu giok bukan sekadar batu untuk membuat perhiasan. Selama ribuan tahun, material ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, mulai dari seni, perdagangan, hingga tradisi. Warisan tersebut membuat giok tetap dikenal sebagai salah satu material berharga yang memiliki cerita panjang dalam peradaban manusia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....