Sejarah Gelang Kayu Gaharu, dari Bahan Aromatik Menjadi Perhiasan

  • 06 Okt 2026 20:22 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Gelang berbahan kayu gaharu bukan sekadar aksesori. Di balik bentuknya yang sederhana, tersimpan sejarah panjang pemanfaatan gaharu yang telah dikenal masyarakat di berbagai wilayah Asia sejak ribuan tahun lalu.

Kayu gaharu berasal dari beberapa jenis pohon, di antaranya Aquilaria dan Gyrinops. Kayu ini dikenal memiliki aroma khas serta nilai budaya dan ekonomi yang tinggi. Menurut penelitian Arlene López-Sampson dan Tony Page dalam jurnal Economic Botany berjudul History of Use and Trade of Agarwood, penggunaan gaharu telah tercatat sejak sekitar 1.400 tahun sebelum Masehi.

Pada masa itu, gaharu telah dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari bahan wewangian, kegiatan spiritual, hingga pengobatan tradisional. Nilai gaharu semakin tinggi karena kayu beraroma tersebut tidak terbentuk pada seluruh bagian pohon.

Gaharu terbentuk ketika pohon mengalami luka atau infeksi. Kondisi tersebut memicu terbentuknya resin pada bagian dalam kayu. Resin inilah yang menghasilkan aroma khas sekaligus menjadi salah satu faktor yang membuat gaharu memiliki nilai ekonomi tinggi. Pengetahuan mengenai proses terbentuknya gaharu juga telah dikenal di Tiongkok sejak sekitar abad ketiga Masehi.

Dalam perkembangannya, gaharu menjadi salah satu komoditas yang diperdagangkan melalui jalur perdagangan kuno. Perdagangan tersebut menghubungkan kawasan Asia Tenggara dengan sejumlah wilayah seperti India, Tiongkok, Timur Tengah, hingga Jepang. Gaharu kemudian dikenal sebagai bahan bernilai tinggi karena aroma, kelangkaan, dan pemanfaatannya dalam berbagai tradisi.

Seiring perkembangan kerajinan, kayu gaharu juga dimanfaatkan dalam berbagai bentuk produk. Salah satunya berupa butiran kayu yang dirangkai menjadi gelang. Potongan kayu dibentuk, dihaluskan, kemudian dirangkai menjadi aksesori. Karakteristik kayu gaharu yang memiliki aroma khas membuat gelang tersebut memiliki daya tarik tersendiri.

Bagi sebagian masyarakat gaharu juga memiliki hubungan dengan tradisi dan kegiatan spiritual. Penggunaannya dalam berbagai kebudayaan menunjukkan bahwa kayu ini tidak hanya memiliki nilai sebagai bahan kerajinan, tetapi juga mempunyai nilai sejarah dan budaya yang panjang.

Hingga kini, gelang kayu gaharu menjadi salah satu bentuk pemanfaatan kayu bernilai tinggi tersebut. Dari bahan aromatik yang telah digunakan sejak ribuan tahun lalu, gaharu berkembang menjadi berbagai produk kerajinan yang tetap mempertahankan karakter dan aroma khasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....