Mark Ruffalo Ancam Berubah Jadi Hulk jika Pemilu Tak Aman

  • 06 Okt 2026 08:48 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID,Surabaya - Dunia hiburan dan politik memang dunia yang bertolak belakang, namun dinamikanya selalu menarik untuk dibahas. Terbaru Mark Ruffalo, sang pemeran hulk, menyampaikan pidato yang penuh semangat dalam acara "Hands Off Our Vote" di New York City. Ia mengecam Presiden AS Donald Trump dan menyatakan akan "berubah menjadi Hulk" jika Trump mencoba membatasi hak pilih dalam pemilihan umum sela (midterm elections) mendatang.

Pemilu sela dijadwalkan berlangsung pada 3 November dan dapat berdampak besar pada politik AS, serta memberi kesempatan bagi Partai Demokrat untuk merebut kembali kendali Kongres dan menghambat agenda Trump. Unjuk rasa "Hands Off Our Vote" pada hari Minggu tersebut bertujuan untuk memobilisasi pemilih dan juga menghadirkan pidato dari Robert De Niro serta Mo Amer.

Saat naik ke podium dalam acara tersebut, Ruffalo memulai dengan berkata, "Pemilu ini adalah hal yang sangat, sangat penting. Banyak hal yang dipertaruhkan di sini. Dan kita semua tahu bahwa kita akan mengalahkan mereka habis-habisan, tetapi kita juga tahu bahwa mereka akan mencuri kemenangan itu. Mereka akan melakukan segala upaya yang mereka bisa, dan perjuangan ini tidak akan berakhir begitu saja pada malam saat kita menang."

Aktor film "Avengers" dan "Spotlight" itu kemudian menyoroti masalah keamanan siber dalam pemungutan suara, sembari menyebut nama Elon Musk yang ia klaim bahwa masyarakat harus waspada terhadap ancaman yang mungkin tidak diduga sebelumnya yakni masalah kerentanan hasil suara yang ditransfer dari tempat pemungutan suara ke kantor wilayah.

Dilansir dari Variety, untuk mengatasi hal ini, Ruffalo mengajak para pemilih untuk bergabung dengan organisasi "Free Speech for People" guna menentang sistem pemungutan suara yang tidak aman, demi memastikan hasil pemilu seakurat mungkin dan bebas dari campur tangan pihak domestik maupun asing.

Saat itu, seseorang di tengah kerumunan berteriak, “Katakan pada mereka, Hulk!”, merujuk pada peran Ruffalo di Marvel Cinematic Universe sebagai pahlawan super raksasa berwarna hijau. Ruffalo tertawa dan menjawab, “Aku akan berubah jadi Hulk. Kalian tidak akan suka melihatku saat aku marah.” Dia berhenti sejenak lalu menambahkan: “Hei, aku masih di sini! Mereka pikir aku sudah habis, aku masih di sini, aku masih memerankan Hulk.”Dia mengakhiri pidatonya dengan berpesan kepada hadirin agar tidak takut atau merasa terintimidasi dan tentu saja, agar mereka pergi memberikan suara dalam pemilihan.

Tidak kali ini saja Ruffalo menunjukkan keresahannya, pada akhir Agustus, ia mengunggah klip di Instagram yang menampilkan anggota dewan Paramount, Safra Catz, saat memaparkan tentang "teknologi yang sangat menakutkan." Teknologi tersebut digunakan oleh Oracle, raksasa teknologi yang didirikan bersama oleh Larry Ellison (ayah dari CEO Paramount Skydance, David Ellison, yang terlibat dalam pendanaan merger ini), untuk membantu militer Israel pascaserangan teror 7 Oktober.

Menanggapi hal itu, Paramount menuduh Ruffalo menggunakan narasi antisemitis, dan ia pun mendapat kecaman dari berbagai kelompok advokasi Yahudi. Ruffalo membantah tuduhan tersebut; dalam sebuah pernyataan, ia menyebut tuduhan itu mengerikan dan sama sekali tidak jujur.

Menyusul kabar rampungnya merger tersebut pekan lalu, Ruffalo kembali angkat bicara untuk menentangnya. Merger ini akan menghambat kreativitas, melemahkan kebebasan berpendapat, dan menyebabkan hilangnya lapangan kerja bagi banyak orang, hal kemananan dan teknologi seperti ini yang menurutnya menakutkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....