Bukan Sekadar Durasi, Ini Perbandingan Web Series dan Film SORE: Istri dari Masa Depa
- 05 Okt 2026 11:45 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Tahukah kamu sebelum rilis film SORE: Istri dari Masa Depan (2025), sebelumnya pada 2017 sudah ada serial pendek berjudul sama sebanyak sembilan episode? Karya garapan Yandy Laurens ini memang memiliki dua versi yang menarik untuk dibandingkan. Keduanya tetap mengangkat kisah cinta yang melibatkan perjalanan waktu seorang perempuan bernama Sore, yang mengaku sebagai istri Jonathan dari masa depan, tetapi hadir dalam format dan pengembangan cerita yang berbeda.
Berdasarkan data di IMDb untuk Sore: Istri dari Masa Depan (2017), versi awal dikategorikan sebagai serial mini dengan genre drama, fantasi, romantis, dan fiksi ilmiah. Sementara itu, IMDb untuk Sore: A Wife from the Future (2025) mencatat versi layar lebarnya sebagai film drama, fantasi, dan romantis dengan durasi 119 menit. Perbedaan format inilah yang menjadi titik awal untuk memahami bagaimana kisah yang sama dikembangkan menjadi pengalaman menonton yang berbeda.
Perbedaan lain yang mudah dikenali terdapat pada pemeran utamanya. Dalam serial 2017, karakter Sore dimainkan oleh Tika Bravani, sedangkan Jonathan diperankan Dion Wiyoko. Namun pada film panjang 2025, karakter Sore diperankan Sheila Dara Aisha, sementara Dion Wiyoko kembali memerankan Jonathan. Perubahan pemeran Sore memberikan interpretasi baru terhadap karakter yang sama, sedangkan kembalinya Dion menjadi penghubung antara kedua versi.
Selain itu, kedua versi memiliki premis utama yang sama yaitu seorang perempuan bernama Sore datang ke kehidupan Jonathan dan mengaku sebagai istrinya dari masa depan. Dalam serial 2017 maupun film panjangnya, Jonathan digambarkan sebagai pria Indonesia yang tinggal di salah satu negara di Eropa dan kehidupannya berubah setelah bertemu Sore yang mengaku sebagai istrinya di masa depan untuk mengubah kehidupan Jonathan menjadi lebih baik, meskipun Jonathan merasa kehidupannya saat ini sudah baik-baik saja. Premis tersebut tetap mempertahankan unsur romantis dan perjalanan waktu, tetapi film panjang menghadirkan cerita dalam skala yang berbeda.
Untuk lokasi cerita terdapat perbedaan antara serial dengan film. Dalam serial pendek 2017 tercatat mengambil lokasi syuting di Italia. Latar tersebut menjadi bagian dari suasana kehidupan Jonathan dalam versi awal. Adapun dalam film panjang 2025 memiliki cakupan produksi yang lebih luas. Data IMDb untuk film panjang mencantumkan Zagreb, Kroasia, sebagai salah satu lokasi syuting. Film tersebut juga mencatat penggunaan bahasa Indonesia, Inggris, dan Kroasia. Perbedaan lokasi dan bahasa ini memperlihatkan skala produksi film panjang yang berbeda dari serial pendeknya.
Serial 2017 mengajak penonton mengikuti perjalanan cerita dalam episode-episode terpisah. Format tersebut memberi jeda di antara bagian cerita dan membuat perkembangan karakter dinikmati secara bertahap. Penonton dapat mengenali dinamika hubungan Sore dan Jonathan melalui potongan cerita yang disusun dalam sembilan episode.
Film panjang 2025 menawarkan pengalaman menonton yang lebih sinematik melalui satu cerita berdurasi hampir dua jam. Penonton dapat mengikuti perjalanan karakter dalam satu rangkaian yang berkesinambungan. Meski demikian, perbedaan format tidak otomatis menjadikan salah satu versi lebih baik. Keduanya memiliki pendekatan tersendiri dalam menyampaikan cerita dan membangun hubungan emosional dengan penonton.
Perjalanan SORE: Istri dari Masa Depan menunjukkan bagaimana sebuah ide cerita dapat berkembang dari serial mini menjadi film layar lebar. Versi 2017 memperkenalkan kisah Sore dan Jonathan melalui sembilan episode, sedangkan versi 2025 menghadirkan kembali premis tersebut dengan pemeran Sore yang berbeda, durasi lebih panjang, dan cakupan produksi yang lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....