Paul Mccartney Curhat Perpecahan The Beatles dalam Film Dokumenter
- 01 Okt 2026 18:26 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID,Surabaya - Setelah menjadi teka-teki bertahun-tahun lamanya tentang apa yang terjadi saat perpecahan band The Beatles, akhirnya baru-baru ini Paul McCartney berbicara terbuka mengenai perasaanya saat bubarnya The Beatles.
Vokalis, pemain kibor, pemain bas, dan penulis lagu utama dari grup musik legendaris tersebut mengenang masa-masa sulit dalam hidupnya setelah The Beatles, yang juga beranggotakan John Lennon, Ringo Starr, dan George Harrison, bubar pada tahun 1970.
Selama hampir 50 tahun, Paul dianggap sebagai penyebab bubarnya band. Namun, Paul menegaskan bahwa perpecahan dipicu oleh John Lennon yang masuk ke ruangan dan berkata ingin keluar.
Ketegangan muncul setelah manajer Brian Epstein meninggal dunia. Paul ingin ayah mertuanya, Lee Eastman, menjadi manajer. Sebaliknya, John, George, dan Ringo memilih Allen Klein, yang membuat hubungan internal semakin retak.
Dalam perbincangan dengan Judd Apatow usai pemutaran khusus film dokumenter terbarunya, Man on the Run, yang mengisahkan perjalanan sang bintang melewati tahun 70-an saat ia menata hidup dan karier pasca The Beatles, McCartney mengibaratkan perpisahan grup tersebut dengan pengalaman dipecat dari pekerjaan.
"Pertanyaannya adalah, apa yang harus dilakukan setelah The Beatles?" kenangnya. "Anda tahu, The Beatles bubar, padahal itu adalah satu-satunya pekerjaan yang pernah Anda miliki, dan tiba-tiba Anda tidak memilikinya lagi. Rasanya seperti dipecat."
Dilansir dari People, film ini tidak menutupi sisi gelap era tersebut, termasuk ketegangan serta perang dingin antara Paul dan John Lennon, keputusan berani Paul menuntut pembubaran hukum The Beatles, hingga masa sulit saat ia ditahan di penjara Jepang.
Dampaknya, McCartney mengalami "gangguan mental," dan ingin berhenti dari dunia musik setelah band legendaris tersebut benar-benar bubar tambahnya. "Maksud saya, saya mulai minum-minum. Saya berada di Skotlandia sendirian, bersama keluarga kecil saya yang baru. Tidak ada yang akan menegur saya karena minum terlalu banyak, dan awalnya itu sangat menyenangkan, sampai akhirnya tidak lagi."
Kecintaannya pada keluarga pada akhirnya berhasil membantunya bangkit dari keterpurukan itu, ujarnya. Mendiang istrinya, Linda McCartney, adalah wanita yang sangat cerdas yang "membiarkan" fase McCartney yang penuh pelampiasan itu berjalan dengan sendirinya sampai ia siap menata kembali hidupnya.
Setelah The Beatles resmi bubar, Paul sempat merasa sangat terpukul, takut, dan depresi hingga mengira dirinya tidak akan pernah bisa menulis lagu lagi.
Perasaan kehilangan pegangan itulah yang mendorongnya untuk membentuk Wings, dan sebelumnya, memulai karier duo bersama Linda. Ia menemukan karakter musik yang khas dalam proyek duo tersebut, terutama lewat album "Ram", meskipun album itu sempat menuai kritik tajam saat dirilis pada tahun 1971.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....