Desainer Asia Kembali Tampil di Moscow Fashion Week 2026

  • 22 Sep 2026 15:29 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Sejumlah desainer dari Asia akan ambil bagian dalam Moscow Fashion Week yang berlangsung di Moskow, Rusia, pada 26 September hingga 1 Oktober 2026. Kehadiran mereka menjadi bagian dari perkembangan industri mode Asia yang semakin aktif memperkenalkan karya dan identitas budaya di panggung internasional.

Desainer Indonesia sebelumnya juga pernah tampil dalam ajang tersebut, di antaranya Raegitazoro dan Irmasari Joedawinata. Pada penyelenggaraan tahun ini, desainer dari Sri Lanka, Tiongkok, India, Turki, dan Kazakhstan turut masuk dalam daftar peserta.

Dalam siaran pers yang diterima dari Magnifique, beberapa nama yang akan hadir antara lain Limak By Kamil dari Sri Lanka, Momiwei dari Tiongkok, serta KGL dari India. Selain desainer Asia, sejumlah jenama dari Spanyol, Amerika Serikat, Inggris, dan negara lainnya juga dijadwalkan menampilkan koleksi mereka.

Moscow Fashion Week tahun ini juga menghadirkan karya sejumlah desainer Rusia, seperti Solangel, Inniki, Oleg Levitskiy, IgorGulyaev, Unke, dan Elisabetta. Kehadiran desainer dari berbagai negara membuat ajang tersebut menjadi salah satu ruang pertemuan bagi pelaku mode dengan latar budaya dan pendekatan desain yang beragam.

Salah satu isu yang turut mendapat perhatian dalam perkembangan industri mode adalah keberlanjutan. Berdasarkan data yang dicantumkan dalam siaran pers Magnifique, sebanyak 75 persen konsumen di Indonesia disebut bersedia membayar lebih untuk produk mode yang berkelanjutan.

Di Indonesia, perhatian terhadap mode berkelanjutan juga berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan identitas budaya dalam karya. Indonesian Fashion Chamber mendorong pendekatan local inspiration, yaitu mengolah kekayaan dan inspirasi lokal melalui gagasan yang lebih sesuai dengan perkembangan mode masa kini.

Pendekatan tersebut antara lain terlihat melalui penggunaan teknik upcycling, kerajinan tangan, serta pengolahan unsur budaya dalam desain kontemporer. Perkembangan ini menunjukkan bahwa unsur tradisi dan praktik produksi yang lebih bertanggung jawab mulai mendapat ruang yang lebih luas dalam industri mode.

Advisory Board & Event Director Indonesian Fashion Chamber, Ali Charisma, melihat pertemuan desainer dari berbagai negara sebagai peluang untuk membuka kerja sama yang lebih panjang. Menurutnya, kegiatan seperti Moscow Fashion Week dapat menjadi ruang untuk pertukaran budaya, pengembangan pasar, serta hubungan antara pelaku industri mode Indonesia, Rusia, dan negara-negara BRICS+.

Hal serupa disampaikan Head of Fashion Sector VDAS — Vietnam Design Association, Nguyen Vi Huu Canh, yang menilai desainer muda saat ini menghadapi tantangan untuk menjaga identitas budaya sekaligus mengikuti kebutuhan pasar internasional. Menurutnya, keinginan untuk memasuki pasar global membuat desainer perlu menemukan titik temu antara karakter lokal dan produk yang dapat diterima oleh konsumen dari berbagai negara.

Nguyen Vi Huu Canh sendiri dijadwalkan menghadiri Moscow Fashion Week sekaligus BRICS+ Fashion Summit di Moskow. Forum tersebut akan mempertemukan pelaku industri mode dari sejumlah negara dan menjadi ruang pembahasan mengenai perkembangan serta peluang kerja sama di sektor fesyen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....