Film Horor Bisikan Desa Gringsing Tayang 24 September 2026
- 21 Sep 2026 10:59 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Film horor misteri Bisikan Desa Gringsing siap hadir di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026. Film produksi Mandela Pictures dan Oceanus Media Global itu mengajak penonton mengungkap misteri yang menghantui Desa Gringsing.
Press screening dan press conference digelar sebelum film resmi dirilis kepada publik. Kegiatan tersebut memperkenalkan perjalanan Hesti, diperankan Aghniny Haque, saat memasuki desa penuh teror dan rahasia.
Hesti datang ke Desa Gringsing untuk mencari ayahnya yang hilang tanpa kabar di desa. Pencarian tersebut justru membawanya menghadapi Fatimah, arwah yang mengurung warga dan membunuh orang yang mencoba keluar.
Semakin jauh mencari jawaban, Hesti menemukan berbagai rahasia dari para penghuni desa yang selama ini tersembunyi rapat. Jawaban tersebut juga berkaitan dengan trauma masa lalu yang dialami Hesti dalam perjalanan hidupnya secara emosional.
Produser Mandela Pictures, Manoj Samtani, mengatakan film dirancang agar penonton terus terlibat mengikuti perjalanan ceritanya hingga akhir.
| Baca juga: Serial Terbaru Robocop akan Segera Hadir |
“Sejak awal kami ingin Bisikan Desa Gringsing menjadi pengalaman sinematik di mana penonton terus terlibat,” ujarnya.
Menurut Manoj, perjalanan Hesti membuka pertanyaan baru ketika berusaha menemukan satu jawaban di Desa Gringsing. Ia berharap pengalaman tersebut membuat penonton terus membicarakan film setelah menyaksikan ceritanya di bioskop.
Film ini juga menggunakan teknologi virtual production dalam proses produksinya untuk membangun lingkungan Desa Gringsing secara lebih detail. Bisikan Desa Gringsing disebut menjadi film panjang horor Indonesia pertama yang memanfaatkan teknologi virtual production dalam produksinya.
Beberapa adegan menggunakan LED volumetric stage untuk menampilkan lingkungan digital fotorealistik secara real time kepada para pemain. Produksi kemudian dipadukan dengan real set untuk membangun dunia Desa Gringsing secara utuh dan meyakinkan.
Founder dan CEO Oceanus Media Global, Nick GC Tan, menilai teknologi harus mendukung kekuatan cerita film secara keseluruhan. “Teknologi memberi hasil terbaik ketika digunakan untuk mendukung cerita,” kata Nick GC Tan dalam kesempatan tersebut.
Menurutnya, virtual production dipadukan dengan real set dan talenta kreatif Indonesia, Singapura, serta Malaysia. Kolaborasi tersebut membangun Desa Gringsing sebagai dunia sinematik yang memadukan teknologi dengan kekuatan cerita secara utuh.
Sutradara sekaligus penulis, Ivander Tedjasukmana, mengakui proses produksi menghadirkan tantangan tersendiri bagi seluruh tim produksi. Kesinambungan visual, pencahayaan, komposisi, dan pergerakan pemain harus dirancang secara presisi sejak tahap awal produksi.
“Teknologi memberi kami kemungkinan baru, tetapi pada akhirnya semuanya harus bekerja untuk membuat penonton percaya,” ujar Ivander.
Ia menjelaskan lingkungan virtual dan real set harus terasa sebagai satu dunia yang sama dalam film secara konsisten. Aghniny Haque juga merasakan pengalaman berbeda ketika berpindah antara studio virtual production dan real set selama syuting.
“Sebagai pemain, saya harus percaya bahwa semua yang dialami Hesti benar-benar terjadi di satu dunia yang sama,” tuturnya.
| Baca juga: Naruto Live Action Sedang Berburu Pemeran |
Menurut Aghniny, teknologi tetap harus bertemu dengan dasar akting, yaitu kepercayaan terhadap situasi dan karakter. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membangun perjalanan emosional karakter Hesti sepanjang cerita film dengan kuat.
Pembangunan dunia film juga melibatkan sinematografi, tata artistik, tata suara, musik, serta permainan para aktor. Lagu Perjalanan Menawar Racun karya Kunto Aji turut menjadi bagian dari perjalanan emosional film.
Menjelang penayangan, Bisikan Desa Gringsing telah menggelar special screening pada 12 dan 13 September 2026. Film talks juga digelar di sejumlah sekolah kejuruan dan universitas dengan respons antusias dari peserta kepada masyarakat luas.
Bisikan Desa Gringsing merupakan kolaborasi produksi Indonesia, Singapura, dan Malaysia dalam pengembangan film horor misteri. Produksi berlangsung di studio virtual production OMG Studios, Iskandar Malaysia Studios, Johor, Malaysia.
Film ini mempertemukan cerita dan talenta Indonesia dengan teknologi serta kolaborasi kreatif lintas negara Asia Tenggara. Setelah tayang di Indonesia, film dijadwalkan hadir di Malaysia, Singapura, Turki, dan Azerbaijan resmi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....