Kemarahan Zara Larsson Lagu Miliknya dipakai Gedung Putih

  • 18 Sep 2026 13:02 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Satu lagi artis yang merasa keberatan lagunya dipakai oleh gedung putih yakni Zara Larsson. Ia mengecam Gedung Putih karena menggunakan lagunya, "Midnight Sun", dalam sebuah unggahan TikTok yang memperlihatkan agen ICE memborgol dan mendeportasi orang-orang, dengan keterangan "Deportasi tanpa akhir."

Larsson secara terbuka mengecam tindakan pemerintahan Trump dan Gedung Putih, menyebut penggunaan lagunya sebagai tindakan yang tidak manusiawi (dehumanising) serta menegaskan bahwa ia tidak pernah memberikan izin (consent). Larsson menanggapi melalui video di akun TikTok pribadinya, ia menempelkan jari membentuk huruf "L" di dahinya dan berkata, "Aku hanya merasa sedih. Hatiku terasa berat melihat hal itu, karena aku ingin sekali berbicara dengan siapa pun yang membuat video tersebut. Aku ingin bicara denganmu, dan aku ingin membantumu mengingat bahwa kau dan aku, kita tidak jauh berbeda. Dan kita juga tidak jauh berbeda dari orang-orang di video itu. Perbedaan terbesar di antara kita hanyalah nasib hidup yang berbeda."

Ia menambahkan, "Aku merasa sangat beruntung dengan kehidupan yang kujalani. Fakta bahwa aku lahir di Swedia, mendapatkan pendidikan, dan memiliki berbagai kesempatan yang seolah terbentang begitu saja di hadapanku. Aku bisa bepergian dan melakukan hal-hal luar biasa. Itu adalah keberuntungan. Ada orang-orang di luar sana yang tidak seberuntung itu, dan mereka menginginkan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga mereka. Aku sungguh tidak mengerti bagaimana menjadi imigran tanpa dokumen dianggap sebagai hal terburuk di dunia. Video ini sangat merendahkan martabat manusia."

Penyanyi itu menutup pernyataannya dengan berkata, "Orang-orang di video itu adalah manusia sungguhan. Ada seorang pria di sana yang mengenakan pakaian kerja konstruksi. Dia sedang bekerja. Orang-orang tanpa dokumen ini adalah orang biasa yang memiliki pekerjaan, dan mereka hanya berusaha meraih masa depan yang lebih baik.

Sungguh gila bagaimana segala sesuatu dijadikan bahan meme, terutama 'Midnight Sun', lagu yang bermakna tentang rasa keterhubungan dengan alam, alam semesta, dan sesama manusia. Dan hal ini justru menciptakan jurang pemisah yang sangat besar antarmanusia. Itu benar-benar tindakan yang sangat buruk. Kalian benar-benar pecundang sialan."

Sebelumnya pada tahun ini, Gedung Putih juga menggunakan lagu Larsson yang lain, mereka mengunggah video Presiden Donald Trump yang sedang menari diiringi lagu "Lush Life", disertai tulisan pendukung pemerintahan Trump di layar, termasuk kalimat "KAMI MENCINTAI ICE dan aparat penegak hukum kita!"

Banyak artis telah mengecam Gedung Putih karena menggunakan lagu-lagu mereka tanpa izin; Ariana Grande baru-baru ini angkat bicara setelah lagunya yang berjudul "bye" digunakan dalam sebuah video yang juga memperlihatkan agen ICE sedang melakukan penangkapan. Shabrina Carpenter juga termasuk dalam jajaran karena ia menolak keras penggunaan lagu "Juno" dalam video resmi pemerintahan Trump. Selain itu masih ada Adele, Celine Dion, Rihanna, ABBA, Rolling Stone, Foo Fighters hingga Aerosmisth.

Beberapa artis bahkan menempuh jalur hukum atau somasi karena merasa asosiasi tersebut mencatut nama besar mereka tanpa persetujuan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....