ARTSUBS 2026, Menyeberangi Batas Seni Kontemporer di Surabaya

  • 17 Sep 2026 17:53 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - ARTSUBS 2026 Gelaran seni kontemporer yang memasuki edisi ketiganya ini kembali hadir di Balai Pemuda Surabaya pada 19 September hingga 8 November 2026.

Mengusung tema “Border (Batas), Ambang (Threshold), dan Seberang (Beyond)”, ARTSUBS 2026 tidak hanya berbicara mengenai batas dalam seni. Tema tersebut menjadi cara untuk melihat bagaimana batas dapat dipertahankan, diperluas, bahkan diseberangi.

Di satu sisi terdapat Border atau Batas, yang merepresentasikan praktik seni rupa konvensional. Lukisan, drawing, printmaking hingga patung tetap menjadi bagian penting, tetapi tidak berhenti pada konvensinya. Seniman diberi ruang untuk menguji sekaligus mengkritisi batas dari disiplin yang mereka gunakan.

Beranjak ke Threshold atau Ambang, batas tersebut mulai dilenturkan. Medium tidak lagi harus mengikuti pakem lama. Lukisan dapat keluar dari kanvas, patung dapat bertransformasi menjadi bagian dari ruang, sementara seni grafis dapat menemukan bentuk lain di luar sekadar hasil cetakan.

Kemudian ada Beyond atau Seberang, ketika seni mulai memasuki wilayah lintas disiplin. Seni rupa dapat berjumpa dengan arsitektur, film, musik, sastra, teknologi, ilmu pengetahuan, pertunjukan, ritual hingga tradisi.

Dengan gagasan tersebut, ARTSUBS 2026 memperlihatkan bahwa seni kontemporer tidak selalu harus memiliki batas kategori yang tegas. Seni dapat berpindah medium, memasuki ruang lain, berdialog dengan disiplin berbeda, bahkan mempertanyakan kembali definisi tentang karya seni itu sendiri.

Direktur ArtSubs 2026 Rambat mengatakan konsep pameran tidak hanya berfokus pada karya yang ditampilkan tetapi juga bagaimana pengunjung merasakan keseluruhan pengalaman selama berada di ruang pamer.

Salah satu pembaruan yang menjadi perhatian adalah kehadiran Museum Portable karya seniman Kabu SR yang menjadi bagian dari wacana baru yang diperkenalkan ArtSubs pada penyelenggaraan tahun ketiganya.

"Ketika datang ke ArtSubs, masyarakat akan mendapatkan pengalaman baru. Salah satu highlight-nya adalah Museum Portable. Ini sebuah wacana baru yang kami presentasikan tahun ini," ujarnya.

Selain menghadirkan karya dan konsep baru, ArtSubs 2026 turut melakukan perubahan pada aspek penyajian pameran. Rambat menyebut pembaruan dilakukan pada sejumlah elemen, mulai dari desain tata ruang hingga pola penempatan karya, sehingga pengunjung dapat menikmati pameran dengan cara yang berbeda dibandingkan dua edisi sebelumnya.

"ArtSubs selalu ingin membuat sesuatu yang lebih baik. Tahun ketiga ini presentasinya berbeda dari sebelumnya, mulai layout, pembentukan ruang, sampai karya-karya yang ditampilkan,” ujarnya.

ARTSUBS 2026 diikuti 113 seniman, termasuk tujuh karya kolaborasi kelompok. Namun perkembangan ARTSUBS tidak hanya dapat dilihat dari jumlah peserta.

Sejak awal, gelaran ini dirancang sebagai perpaduan antara karakter biennale dan art fair, sekaligus menjadi ruang perjumpaan antara seniman, karya, gagasan, dan publik. Pesertanya berasal dari pilihan kurator maupun hasil open call.

Sementara cakupannya tidak berhenti pada seni rupa, tetapi turut membuka ruang bagi pertunjukan, musik, sastra, diskusi, teknologi, dan praktik lintas disiplin. Dalam konteks tersebut, “SUBS” dapat dibaca sebagai sebuah ruang konseptual: seni yang tidak ingin dikurung oleh satu kategori.

Sejak hadir pada 2024, ARTSUBS juga membawa misi yang lebih besar: memperkuat ekosistem seni kontemporer Indonesia sekaligus menjadikan Surabaya sebagai ruang penting bagi perkembangan dan percakapan seni kontemporer.

Target tersebut pernah disampaikan kurator Asmujo Irianto pada 2025, ketika ia menyebut salah satu cita-cita ARTSUBS adalah membuat Surabaya masuk dalam peta praktik seni rupa kontemporer Indonesia.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....