Mengapa Popcorn Jadi Teman Menonton Film?
- 04 Sep 2026 11:34 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Aroma popcorn kerap menyambut penonton bahkan sebelum mereka memasuki studio bioskop. Camilan renyah ini pun seolah telah menjadi pasangan yang sulit dipisahkan dari pengalaman menonton film.
Namun, popcorn ternyata tidak selalu mendapat tempat di bioskop. Pada masa awal perkembangan gedung pertunjukan film, pengelola justru enggan mengizinkan penonton membawa camilan tersebut ke dalam ruangan.
Bioskop kala itu ingin membangun suasana yang menyerupai gedung pertunjukan. Interior yang mewah dan karpet menjadi salah satu alasan pengelola tidak ingin ruangan dipenuhi remah makanan.
“Bioskop pada masa awal tidak menginginkan kehadiran popcorn karena mereka berusaha meniru suasana gedung pertunjukan. Mereka memiliki karpet dan permadani yang indah dan tidak ingin popcorn terinjak-injak di dalamnya,” demikian penjelasan sejarawan makanan Andrew Smith yang dikutip Smithsonian Magazine dalam artikel Why Do We Eat Popcorn at the Movies?.
Meski tidak dijual di dalam bioskop, popularitas popcorn terus berkembang. Camilan ini mudah dibuat dan dapat dijual secara praktis melalui mesin pembuat popcorn yang bisa dipindahkan.
Penjual pun mulai menjajakan popcorn di sekitar lokasi hiburan, termasuk di luar gedung bioskop. Penonton yang ingin menikmati camilan tersebut bahkan membelinya sebelum masuk ke ruang pemutaran film.
Hubungan popcorn dan bioskop semakin erat ketika Amerika Serikat mengalami Depresi Besar pada dekade 1930-an. Film menjadi salah satu hiburan yang relatif terjangkau, sementara popcorn dapat dibeli dengan harga murah.
“Popcorn murah untuk diproduksi dan masyarakat dapat membeli camilan ini dengan harga sekitar lima hingga 10 sen per bungkus,” demikian tulis laman HISTORY dalam artikel When Movie Theaters Tried to Ban Popcorn.
Kondisi itu membuat pengelola bioskop mulai melihat peluang. Popcorn tidak hanya diminati penonton, tetapi juga dapat memberikan keuntungan bagi bisnis bioskop.
| Baca juga: Dwayne Johnson Beri Bocoran Moana 3 |
Dilansir dari Smithsonian Magazine, sejumlah bioskop kemudian mulai menyediakan popcorn sendiri setelah melihat potensi penjualan camilan tersebut. Bagi sebagian gedung bioskop, penjualan makanan ringan bahkan membantu mereka bertahan di tengah tekanan ekonomi pada masa Depresi Besar.
Selain harganya yang terjangkau, popcorn juga memiliki sejumlah keunggulan sebagai teman menonton. Camilan ini mudah dibawa, dapat disantap sedikit demi sedikit, serta tidak memerlukan peralatan makan.
Aroma khas popcorn yang baru dimasak juga menjadi bagian dari pengalaman menonton di bioskop. Seiring waktu, kebiasaan tersebut terus melekat dan berkembang menjadi bagian dari tradisi menonton film.
Dilansir dari Smithsonian Magazine, pada 1945 lebih dari separuh popcorn yang dikonsumsi di Amerika Serikat dimakan di bioskop. Hal itu menunjukkan betapa kuatnya hubungan antara camilan tersebut dan industri perfilman.
Kini, popcorn tidak hanya dinikmati saat berada di bioskop. Camilan ini juga kerap menemani masyarakat ketika menonton film di rumah.
Dari camilan yang sempat tidak diinginkan masuk ke dalam gedung bioskop, popcorn kini justru menjadi bagian dari ritual menonton film. Perpaduan sejarah, harga yang terjangkau, kemudahan penyajian, dan kebiasaan yang terus diwariskan membuat popcorn tetap menjadi teman asyik di depan layar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....