Ai Makin Populer, Begini Kebiasaan Orang Baru Orang Indonesia

  • 06 Sep 2026 20:04 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID Surabaya - Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini perlahan menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Indonesia. Jika sebelumnya AI identik dengan teknologi canggih dan pekerjaan tertentu, kini penggunaannya semakin dekat dengan aktivitas sehari-hari.

Mulai dari mencari informasi, meminta saran, membuat gambar, hingga membantu menyelesaikan berbagai kebutuhan, AI semakin sering digunakan layaknya asisten digital pribadi.

Gambaran mengenai kebiasaan tersebut terlihat dalam The Gemini Report: Southeast Asia 2026 yang diterbitkan Google. Laporan ini mengamati bagaimana masyarakat di sejumlah negara Asia Tenggara menggunakan Gemini, termasuk Indonesia.

Salah satu temuan menarik adalah kebiasaan masyarakat Indonesia yang sangat mengandalkan perangkat seluler ketika berinteraksi dengan AI. Sebanyak 82 persen perintah atau prompt Gemini di Indonesia berasal dari perangkat mobile. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata Asia Tenggara yang mencapai 73 persen.

Artinya, AI tidak harus digunakan ketika seseorang sedang duduk di depan komputer. Masyarakat dapat berinteraksi dengan AI melalui ponsel ketika berada di rumah, perjalanan, tempat kerja, maupun dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

Kebiasaan lain yang menarik adalah cara orang Indonesia berkomunikasi dengan AI. Laporan Google menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia cukup aktif menggunakan berbagai bentuk input, tidak hanya mengetik teks.

Sekitar satu dari dua prompt di Indonesia menyertakan input multimodal, seperti gambar dan suara. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai terbiasa berkomunikasi dengan AI dengan cara yang lebih fleksibel, misalnya mengirim foto kemudian meminta AI menjelaskan atau memberikan saran berdasarkan gambar tersebut.

AI juga semakin dimanfaatkan untuk kebutuhan kreatif. Menurut laporan yang sama, sekitar 32 persen interaksi pengguna Indonesia dengan Gemini bersifat kreatif, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Asia Tenggara yang mencapai 25 persen.

Yang paling menarik, pengguna Indonesia disebut menghasilkan hampir 9 juta gambar AI setiap hari, menjadikannya yang tertinggi di Asia Tenggara. Pembuatan gambar menjadi salah satu aktivitas AI yang paling populer di Indonesia.

Fenomena tersebut memperlihatkan adanya perubahan kebiasaan dalam memanfaatkan teknologi. AI tidak lagi hanya digunakan untuk mencari jawaban, tetapi juga menjadi sarana bereksperimen dan menghasilkan sesuatu yang baru.

Seseorang dapat menggunakan AI untuk mengubah ide menjadi gambar, mencari inspirasi, meminta rekomendasi, membuat konsep, atau sekadar bereksperimen dengan berbagai kemungkinan kreatif.

Menariknya lagi, masyarakat Indonesia juga tidak selalu menggunakan bahasa formal ketika berinteraksi dengan AI. Laporan Google mencatat bahwa 84 persen prompt Gemini di Indonesia menggunakan bahasa lokal. Interaksi dengan AI pun cenderung berlangsung secara informal, seolah-olah berbicara dengan teman yang dapat memberikan informasi dan saran dengan cepat.

Kebiasaan ini menunjukkan bahwa teknologi AI semakin beradaptasi dengan kehidupan digital masyarakat. Pengguna tidak perlu selalu memahami istilah teknis atau bahasa pemrograman untuk memanfaatkannya.

Cukup dengan memberikan pertanyaan atau instruksi menggunakan bahasa sehari-hari, pengguna sudah dapat memperoleh berbagai macam respons dari AI.

Perubahan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa hubungan manusia dengan teknologi mulai memasuki tahap baru. Jika sebelumnya mesin digunakan terutama untuk menjalankan perintah, kini AI dapat diajak berinteraksi melalui percakapan.

Bagi masyarakat Indonesia, perkembangan ini membuka banyak kemungkinan. AI dapat menjadi alat bantu untuk belajar, bekerja, mencari ide, maupun menghasilkan karya kreatif.

Namun, semakin mudah teknologi digunakan, semakin penting pula kemampuan pengguna dalam menyaring informasi. AI dapat membantu memberikan jawaban dan menghasilkan berbagai karya, tetapi hasilnya tetap perlu diperiksa dan digunakan secara bijak.

Pada akhirnya, popularitas AI di Indonesia bukan sekadar tentang teknologi baru. Lebih dari itu, AI perlahan menjadi bagian dari kebiasaan digital sehari-hari—dari layar ponsel, percakapan sederhana, hingga munculnya jutaan gambar baru setiap hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....