Dongker Sukses Gelar “Melankolia di Kolong” Jogja : Musik dan Solidaritas Berpadu
- 27 Agt 2026 14:37 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Dongker kembali menghadirkan pertunjukan yang tidak biasa melalui show bertajuk “Melankolia di Kolong” pada Jumat, 21 Agustus 2026 di bawah kolong jembatan di Jogja. Konsep tersebut menjadi kelanjutan dari pertunjukan Melankolia Radikal yang sebelumnya digelar di Bandung. Tak hanya menawarkan musik, Dongker juga mempertahankan konsep tiket yang unik dan bernilai sosial, yakni penonton cukup membawa buku atau beras sebagai tiket masuk.
Di kutip dari akun Instagram @santgigs, Pertunjukan sore itu dibuka oleh Trico dan Mantis, proyek solo milik Amir The Jeblogs. Keduanya menghadirkan sentuhan hip-hop yang cukup kuat dan berhasil memanaskan suasana sejak awal acara. Energi penonton perlahan meningkat sebelum memasuki penampilan berikutnya. Sementara itu, Chainz yang sebelumnya tercantum dalam flyer harus absen dan tidak dapat tampil karena satu dan lain hal.
Setelah penampilan pembuka, giliran band asal Tamansiswa, Jogja, The Peal, yang mengambil alih panggung. Membawa energi yang panas dan meriah, The Peal sukses melanjutkan rangkaian acara Melankolia di Kolong. Penampilan mereka membuat suasana di bawah kolong jembatan semakin hidup, dengan penonton yang terus menikmati musik dan mengikuti jalannya pertunjukan.
Memasuki penghujung acara, Dongker tampil sebagai penampil yang dinantikan. Mereka membawakan sejumlah lagu terbaru yang nantinya akan menjadi bagian dari album “Melankolia Radikal”. Album tersebut dijadwalkan resmi dirilis pada 28 Agustus 2026, bertepatan dengan satu tahun kepergian Affan Kurniawan, sehingga momen pertunjukan ini turut memiliki makna emosional tersendiri bagi Dongker dan para pendengarnya.
Menariknya, meski panggung digelar tanpa barikade, para Balada Dongkap, sebutan bagi penggemar Dongker, tetap menunjukkan sikap tertib selama pertunjukan berlangsung. Interaksi antara penonton dan musik berlangsung dengan penuh energi, tetapi tetap berada dalam suasana yang aman. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang menonjol dari pertunjukan Dongker kali ini.
Selama acara berlangsung, tidak terlihat adanya kericuhan yang mengganggu jalannya pertunjukan. Justru, rasa saling menjaga terlihat cukup kuat di antara para penonton. Ketika ada penonton yang terjatuh atau tersenggol, mereka dengan sigap saling membantu dan memastikan kondisi satu sama lain tetap aman. Situasi ini memperlihatkan bahwa energi besar dalam sebuah pertunjukan musik tetap dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap sesama.
Melalui “Melankolia di Kolong”, Dongker kembali menunjukkan bahwa sebuah pertunjukan musik tidak harus berlangsung di venue besar untuk menciptakan pengalaman yang berkesan. Ruang sederhana di bawah kolong jembatan, musik yang penuh energi, serta solidaritas para penonton justru menjadi bagian penting dari cerita perjalanan menuju perilisan Melankolia Radikal. Dengan album yang segera hadir pada 28 Agustus mendatang, pertunjukan di Jogja ini menjadi salah satu babak penting dari perjalanan Dongker dalam merayakan musik sekaligus menjaga semangat kebersamaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....