Bukan Sekadar Pelindung Hujan, Ini Sejarah Panjang Payung
- 04 Sep 2026 11:38 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, SURABAYA – Payung saat ini menjadi salah satu benda sederhana yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ketika hujan turun, payung menjadi pelindung yang praktis. Namun, siapa sangka benda yang kini mudah ditemukan di berbagai tempat tersebut memiliki sejarah panjang dan pada awalnya justru tidak dirancang khusus untuk melindungi tubuh dari hujan.
Menurut artikel Encyclopaedia Britannica tentang Umbrella, payung pada awal perkembangannya lebih banyak digunakan sebagai pelindung dari terik matahari. Kata umbrella sendiri berkaitan dengan bahasa Latin umbra yang berarti bayangan atau tempat berteduh.
Penggunaan payung telah dikenal sejak masa peradaban kuno. Di wilayah Timur, payung bahkan bukan sekadar alat pelindung dari cuaca, tetapi juga menjadi simbol kekuasaan dan status sosial. Relief-relief kuno dari Mesir dan Nineveh menggambarkan raja atau tokoh berkuasa yang berjalan dengan payung dibawa oleh seorang pelayan di atas kepala mereka.
Dalam perkembangannya, penggunaan payung kemudian menyebar ke berbagai wilayah Asia. Di sejumlah kerajaan dan lingkungan bangsawan, keberadaan payung menjadi bagian dari simbol kehormatan. Bahkan, para penguasa di India memiliki gelar yang berkaitan dengan payung sebagai lambang kedudukan dan kekuasaan.
Menariknya, bentuk payung pada masa awal tentu sangat berbeda dengan yang dikenal sekarang. Payung kuno berukuran cukup berat dan belum memiliki mekanisme pembukaan serta penutupan yang praktis. Kerangkanya menggunakan tulang paus atau batang kayu, sementara bagian penutup dibuat dari bahan seperti sutra atau kain katun yang telah diberi lapisan minyak.
Seiring perkembangan teknologi, berbagai inovasi dilakukan untuk membuat payung menjadi lebih ringan, kuat dan mudah digunakan. Salah satu perkembangan penting terjadi pada abad ke-19 ketika Samuel Fox mematenkan rancangan rangka payung berbahan baja pada tahun 1852. Inovasi tersebut membantu menciptakan konstruksi payung yang lebih kuat namun tetap ringan.
Perjalanan payung di Eropa juga menarik. Penggunaan payung sebagai pelindung hujan pada awalnya belum menjadi kebiasaan umum di Inggris. Jonas Hanway, seorang pelancong Inggris yang meninggal pada 1786, dikenal sebagai salah satu orang pertama yang secara rutin membawa payung di Inggris. Kebiasaannya bahkan sempat dianggap aneh sebelum akhirnya penggunaan payung semakin diterima masyarakat.
Dari benda yang dahulu menjadi simbol kekuasaan hingga berubah menjadi perlengkapan sehari-hari, perjalanan payung menunjukkan bagaimana sebuah benda sederhana dapat mengalami perubahan fungsi dan teknologi selama berabad-abad.
Kini, payung tidak lagi hanya hadir sebagai simbol status atau pelindung dari panas. Dengan desain yang semakin ringkas, ringan dan praktis, payung telah menjadi perlengkapan penting bagi masyarakat di berbagai belahan dunia, terutama ketika musim hujan tiba.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....