Dari Senjata Perang Menjadi Olahraga, Sejarah Panahan Dunia

  • 08 Sep 2026 10:15 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Panahan merupakan salah satu olahraga yang memiliki sejarah sangat panjang dalam peradaban manusia. Jauh sebelum dikenal sebagai cabang olahraga yang mengandalkan ketepatan dan konsentrasi, busur dan anak panah digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup, terutama berburu dan berperang.

Menurut artikel A Brief History of Archery yang diterbitkan oleh World Archery, bukti awal penggunaan panahan diperkirakan telah ada sejak sekitar 10.000 sebelum Masehi. Kebudayaan Mesir Kuno dan Nubia menjadi salah satu masyarakat yang menggunakan busur dan anak panah untuk berburu sekaligus berperang.

Seiring perkembangan zaman, kemampuan memanah tidak hanya digunakan untuk bertahan hidup. Di Tiongkok, misalnya, tradisi panahan telah berkembang sejak masa Dinasti Shang. Pada masa Dinasti Zhou, panahan bahkan menjadi bagian dari kegiatan para bangsawan. Kompetisi memanah diselenggarakan dengan suasana yang teratur, diiringi musik dan berbagai tata krama.

Perkembangan panahan juga berlangsung di berbagai wilayah Asia. Ketika tradisi memanah masuk ke Jepang sekitar abad keenam, olahraga ini kemudian berkembang menjadi bagian dari seni bela diri yang dikenal sebagai kyujutsu, dan selanjutnya berkembang menjadi kyudo atau “jalan busur”. Tradisi tersebut tidak hanya menekankan kemampuan mengenai sasaran, tetapi juga kedisiplinan, ketenangan, serta pengembangan mental.

Di Eropa, busur juga memiliki peran penting dalam sejarah peperangan. Busur panjang atau longbow Inggris dikenal sebagai salah satu senjata penting pada Abad Pertengahan dan digunakan dalam berbagai pertempuran terkenal, termasuk Crécy, Agincourt, dan Poitiers. Namun, kemunculan senjata api secara bertahap membuat busur dan anak panah kehilangan peran utamanya di medan perang.

Menariknya, ketika fungsi busur sebagai senjata perang mulai berkurang, panahan justru menemukan kehidupan baru sebagai aktivitas rekreasi dan olahraga kompetitif. World Archery mencatat kompetisi panahan terorganisasi yang dapat dikaitkan dengan bentuk modern pernah berlangsung di Finsbury, Inggris, pada tahun 1583 dan diikuti sekitar 3.000 peserta.

Panahan kemudian memasuki panggung Olimpiade modern. Cabang ini pertama kali dipertandingkan pada Olimpiade Paris 1900, kemudian kembali hadir pada 1904, 1908, dan 1920. Setelah sempat menghilang dari program Olimpiade, panahan kembali secara permanen pada Olimpiade Munich 1972.

Untuk membantu perkembangan olahraga ini secara internasional, organisasi yang kini dikenal sebagai World Archery didirikan pada 1931 dengan nama Fédération Internationale de Tir à l'Arc atau FITA. Salah satu tujuan penting organisasi tersebut adalah mengatur olahraga panahan secara internasional dan mengembalikannya ke program Olimpiade, yang akhirnya terwujud pada 1972.

Kini, panahan telah berkembang menjadi olahraga yang mengutamakan ketepatan, konsentrasi, kestabilan tubuh, dan pengendalian emosi. Dari alat untuk berburu dan senjata perang, busur dan anak panah bertransformasi menjadi perlengkapan olahraga yang digunakan dalam berbagai kompetisi internasional.

Perjalanan panjang tersebut menunjukkan bahwa panahan bukan sekadar olahraga untuk membidik sasaran. Di balik setiap tarikan tali busur, terdapat jejak sejarah manusia selama ribuan tahun—sebuah perjalanan dari kebutuhan untuk bertahan hidup menuju olahraga modern yang menguji ketenangan dan ketepatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....