Fried Chicken, Hidangan Sederhana yang Menaklukkan Dunia

  • 12 Agt 2026 11:50 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID , Surabaya - Siapa yang bisa menolak ayam goreng dengan lapisan renyah di luar dan daging lembut di dalam? Fried chicken atau ayam goreng kini menjadi salah satu hidangan yang dikenal luas di berbagai negara. Namun, di balik popularitasnya, makanan ini memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan berkaitan erat dengan pertemuan berbagai budaya.

Menurut artikel Smithsonian Magazine, sejarah fried chicken di Amerika Serikat tidak sesederhana cerita tentang satu daerah atau satu kelompok masyarakat. Perkembangannya berkaitan dengan perpaduan teknik memasak dari berbagai budaya, terutama teknik menggoreng dari masyarakat Skotlandia dan penggunaan bumbu serta cara memasak dari masyarakat Afrika Barat.

Pada masa lalu, memasak ayam dengan cara digoreng bukanlah kebiasaan utama dalam tradisi kuliner Inggris. Ayam lebih sering direbus atau dimasak dengan cara lain. Sementara itu, masyarakat Skotlandia memiliki tradisi menggoreng makanan dengan lemak. Teknik tersebut kemudian ikut terbawa oleh para pendatang ke Amerika.

Di sisi lain, masyarakat Afrika Barat memiliki tradisi memasak unggas dengan menggunakan berbagai bumbu dan teknik pengolahan yang kaya rasa. Ketika masyarakat Afrika dibawa ke Amerika dalam sistem perbudakan, pengetahuan dan tradisi memasak mereka turut berkembang di lingkungan baru. Pertemuan berbagai teknik tersebut kemudian menjadi bagian penting dari sejarah fried chicken di Amerika Selatan.

Menariknya, fried chicken tidak langsung menjadi hidangan yang populer seperti sekarang. Pada awal perkembangannya, ayam bukan selalu makanan yang mudah dinikmati oleh semua orang. Namun, bagi masyarakat yang memiliki akses terhadap ayam, cara menggoreng menjadi salah satu metode memasak yang menghasilkan makanan praktis, gurih, dan memiliki tekstur renyah.

Salah satu catatan penting dalam sejarah fried chicken muncul melalui buku masak karya Mary Randolph berjudul The Virginia Housewife. Smithsonian Magazine menyebut Randolph sebagai orang yang pertama kali menerbitkan resep fried chicken dalam buku masak Amerika. Resep tersebut diterbitkan pada 1824 dan menjelaskan ayam yang dipotong, dilapisi tepung, diberi garam, kemudian digoreng menggunakan lemak hingga berwarna kecokelatan.

Namun, resep yang ditulis Randolph bukan berarti menjadi titik awal munculnya fried chicken. Smithsonian Magazine menekankan bahwa sejarah ayam goreng khas Selatan jauh lebih panjang. Resep tertulis tersebut justru menjadi salah satu bukti bahwa hidangan yang telah berkembang melalui berbagai tradisi akhirnya mulai terdokumentasikan dalam buku masak Amerika.

Dalam perkembangannya, fried chicken semakin erat dengan kehidupan masyarakat di wilayah Amerika Selatan. Hidangan ini kemudian menjadi bagian dari tradisi kuliner yang dikenal sebagai Southern food. Cara memasaknya pun berkembang dengan berbagai variasi, mulai dari penggunaan bumbu hingga teknik menggoreng yang berbeda.

Fried chicken juga memiliki kisah menarik berkaitan dengan perempuan Afrika-Amerika. Smithsonian Magazine mencatat bahwa perempuan kulit hitam di Gordonsville, Virginia, memanfaatkan peluang ekonomi dengan menjual ayam goreng kepada para penumpang kereta api. Pada masa itu, kereta yang berhenti di Gordonsville tidak memiliki gerbong makan, sehingga para penumpang membutuhkan makanan selama perjalanan.

Para perempuan tersebut memasak ayam goreng, biskuit, pai, dan makanan lainnya, kemudian menjualnya langsung kepada penumpang melalui jendela kereta. Aktivitas tersebut membuat Gordonsville kemudian dikenal dengan julukan “Fried Chicken Capital of the World”. Kisah ini menunjukkan bahwa fried chicken bukan hanya berkembang sebagai makanan, tetapi juga pernah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat.

Memasuki perkembangan industri makanan modern, fried chicken kemudian semakin mudah ditemukan dan dikonsumsi. Hidangan yang dahulu memiliki keterkaitan kuat dengan tradisi kuliner Amerika Selatan akhirnya menyebar ke berbagai wilayah. Berbagai restoran dan jaringan makanan cepat saji kemudian turut menjadikan ayam goreng sebagai salah satu menu andalan.

Kini, fried chicken hadir dalam begitu banyak bentuk. Ada ayam goreng dengan lapisan tepung tipis, ayam dengan kulit ekstra renyah, hingga berbagai versi yang menggunakan rempah dan saus khas daerah masing-masing. Perjalanan panjangnya memperlihatkan bagaimana sebuah makanan dapat berubah dan beradaptasi ketika berpindah dari satu budaya ke budaya lainnya.

Pada akhirnya, sejarah fried chicken bukan sekadar cerita tentang ayam yang dibalut tepung lalu digoreng. Di balik kerenyahannya terdapat perjalanan budaya, kreativitas memasak, serta kisah masyarakat yang mengembangkan makanan tersebut dari generasi ke generasi. Dari tradisi kuliner yang berkembang di Amerika Selatan, fried chicken kemudian menjelma menjadi hidangan yang dikenal dan dinikmati di berbagai penjuru dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....