Kucing Suka Menjilat Tubuh Pemilik, Apakah Ungkapan Tanda Sayang?

  • 29 Jul 2026 12:00 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kucing dikenal sebagai hewan yang memiliki banyak cara unik untuk menunjukkan kasih sayangnya kepada manusia. Salah satunya melalui kebiasaan menjilati tubuh pemilik, mulai dari tangan, kaki, hingga wajah. Namun, apakah jilatan kucing benar-benar selalu menjadi tanda bahwa mereka menyayangi pemiliknya?

Dalam perilaku kucing, aktivitas saling menjilat dikenal dengan istilah social grooming atau allogrooming . Perilaku ini merupakan bagian dari interaksi sosial yang dilakukan kucing terhadap makhluk lain yang memiliki hubungan dekat dengannya. Penelitian mengenai perilaku sosial kucing yang diterbitkan dalam Applied Animal Behaviour Science yang dipublikasikan melalui website ScienceDirect.com pada 2026 menemukan bahwa allogrooming dapat menjadi bagian dari interaksi sosial dan berperan dalam mempertahankan hubungan dengan makhluk lain.

Penelitian yang dilakukan Morgane J.R. Van Belle dan sejumlah peneliti dari Ghent University serta University of Lincoln tersebut mengamati perilaku allogrooming pada 53 pasangan kucing atau 106 ekor kucing. Temuan tersebut memberikan gambaran bahwa kebiasaan menjilat tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sosial kucing. Ketika seekor kucing menjilati kucing lain, perilaku tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membangun atau mempertahankan hubungan sosial.

Dalam konteks hubungan antara kucing dan manusia, perilaku menjilat pemilik juga dapat menjadi bentuk interaksi yang menunjukkan bahwa kucing merasa nyaman dan memiliki kedekatan dengan orang tersebut. Penelitian yang sama juga menemukan bahwa allogrooming tidak selalu terjadi dalam situasi yang sepenuhnya positif.

Para peneliti menemukan bahwa perilaku tersebut dapat muncul dalam dua konteks, yakni interaksi sosial yang bersifat afiliatif atau mempererat hubungan dan situasi yang berkaitan dengan ketegangan sosial. Karena itu, kucing yang menjilati pemiliknya tidak dapat secara otomatis diartikan sedang menunjukkan rasa sayang. Pemilik perlu memperhatikan apakah kucing terlihat rileks, mencari kontak fisik, atau justru menunjukkan tanda-tanda tidak nyaman.

Sementara itu, kajian lain mengenai perilaku kucing dalam buku Feline Behavior and Welfare menjelaskan bahwa allogrooming merupakan bagian dari perilaku sosial kucing. Aktivitas grooming tidak hanya berkaitan dengan perawatan tubuh, tetapi juga dapat memiliki fungsi sosial dalam hubungan antarindividu. Kucing yang hidup dalam kelompok dapat melakukan berbagai perilaku afiliatif, termasuk allogrooming sebagai bagian dari interaksi sosial.

Lantas, bagaimana pemilik dapat mengetahui apakah jilatan kucing merupakan bentuk kasih sayang? Salah satu caranya adalah dengan melihat perilaku yang menyertainya. Kucing yang merasa nyaman biasanya menunjukkan bahasa tubuh yang rileks dan secara sukarela mendekati pemilik. Perilaku seperti menggosokkan kepala atau tubuh, tidur di dekat pemilik, serta mencari kontak fisik juga dapat menjadi bagian dari interaksi sosial yang positif. Jika jilatan muncul bersamaan dengan berbagai perilaku tersebut, kemungkinan besar kucing sedang menikmati interaksi dan merasa aman berada di dekat pemiliknya.

Sebaliknya, pemilik perlu berhati-hati jika kebiasaan menjilat disertai dengan tanda-tanda ketegangan atau perubahan perilaku lainnya. Kucing yang terlihat gelisah, tubuhnya kaku, telinga tertarik ke belakang, atau berusaha menjauh dapat menunjukkan bahwa situasi tersebut tidak sepenuhnya nyaman bagi mereka.

Penelitian tentang allogrooming pada kucing menunjukkan pentingnya melihat konteks perilaku secara menyeluruh, bukan hanya berfokus pada satu tindakan. Dengan demikian, pemilik dapat lebih tepat memahami "bahasa" yang digunakan kucing dalam berinteraksi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....