Jaadugar: A Witch in Mongolia, Anime yang Dipuji Hadirkan Representasi Muslim

  • 07 Jul 2026 10:30 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Di tengah dominasi anime fantasi dan dunia modern, kehadiran Jaadugar: A Witch in Mongolia berhasil menarik perhatian karena mengangkat latar sejarah yang jarang dieksplorasi. Anime garapan Science SARU ini menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar anime global karena menghadirkan tokoh utama Muslim dengan penggambaran yang dinilai lebih autentik dan menghormati latar budaya serta sejarah Islam.

Bahkan, sejumlah penggemar di media sosial menyebut Jaadugar sebagai representasi Muslim dalam anime yang telah lama mereka nantikan. Dilansir dari Anime News Network dan berbagai tanggapan komunitas penggemar, serial ini mulai tayang pada musim panas 2026 dan langsung memperoleh respons positif berkat pendekatan historisnya.

Dilansir dari Anime News Network, Jaadugar merupakan adaptasi manga A Witch's Life in Mongol karya Tomato Soup, yang di Jepang berjudul Tenmaku no Jādūgaru. Adaptasi animenya diproduksi oleh Science SARU, dengan Naoko Yamada sebagai chief director dan Abel Góngora sebagai sutradara.

Studio tersebut sebelumnya dikenal melalui berbagai anime dengan kualitas visual artistik yang tinggi, sehingga banyak penggemar menaruh ekspektasi besar terhadap proyek ini. Ceritanya berlatar pada abad ke-13 di wilayah Persia, tepatnya di kota Tus, Iran.

Tokoh utamanya adalah seorang gadis muda bernama Sitara, yang dijual sebagai budak kepada sebuah keluarga cendekiawan Muslim. Di sana ia mulai mempelajari ilmu pengetahuan, sastra, dan filsafat Islam. Namun, kehidupannya berubah drastis ketika pasukan Mongol menyerbu Persia.

Setelah kehilangan orang-orang yang ia sayangi, Sitara dibawa ke Kekaisaran Mongol dan kemudian menggunakan nama Fatima, memulai perjalanan baru yang penuh intrik politik, perjuangan, dan pencarian jati diri. Dilansir dari Anime News Network, kisah ini terinspirasi oleh sejumlah tokoh dan peristiwa sejarah nyata pada masa ekspansi Kekaisaran Mongol.

Berbeda dengan sebagian besar anime yang hanya menjadikan karakter Muslim sebagai tokoh pendukung, Jaadugar menempatkan identitas agama dan budaya sebagai bagian penting dalam perjalanan karakter utamanya. Nilai-nilai seperti pentingnya ilmu pengetahuan, penghormatan terhadap tradisi intelektual Islam, serta kehidupan masyarakat Persia pada abad pertengahan digambarkan secara alami tanpa menjadikannya sekadar elemen dekoratif. Hal inilah yang membuat banyak penonton menyambut anime tersebut sebagai representasi Muslim yang lebih berimbang dan manusiawi.

Selain mengangkat tema sejarah, Jaadugar juga memperoleh pujian berkat riset budayanya yang mendalam. Dilansir dari Wikipedia yang merangkum wawancara kreatornya, Tomato Soup mempelajari berbagai manuskrip abad pertengahan, pakaian tradisional, arsitektur Persia, hingga kondisi sosial pada masa Kekaisaran Mongol agar dunia yang dibangun terasa autentik.

Gaya visual anime pun mengadaptasi ilustrasi manuskrip kuno dengan perpaduan warna yang khas sehingga menghasilkan identitas artistik yang berbeda dari anime sejarah pada umumnya. Respon positif juga datang dari komunitas internasional. Di media sosial, banyak penggemar menyebut Jaadugar sebagai angin segar karena menghadirkan karakter Muslim tanpa bergantung pada stereotip yang sering muncul dalam media populer.

Mereka mengapresiasi bagaimana anime ini memperlihatkan kehidupan masyarakat Muslim melalui sudut pandang sejarah, pendidikan, dan kemanusiaan, bukan hanya konflik atau peperangan. Meski demikian, sebagian penonton juga berharap serial ini tetap menjaga akurasi sejarah hingga akhir penayangannya. Tak hanya menarik dari sisi cerita, manga aslinya juga telah meraih berbagai penghargaan di Jepang. Karya Tomato Soup pernah menduduki peringkat pertama kategori pembaca perempuan dalam Kono Manga ga Sugoi! 2023, memperoleh nominasi Manga Taisho, serta memenangkan penghargaan utama pada Japan Cartoonists Association Awards 2026.

Prestasi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa adaptasi animenya begitu dinantikan sebelum akhirnya tayang tahun ini. Dengan perpaduan kisah sejarah, kualitas animasi dari Science SARU, serta representasi budaya yang lebih autentik, Jaadugar: A Witch in Mongolia menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan anime sejarah lainnya.

Kehadirannya tidak hanya memperkaya keragaman cerita dalam industri anime, tetapi juga menunjukkan bahwa kisah-kisah dari peradaban Islam dan Asia Tengah memiliki potensi besar untuk diangkat kepada penonton global melalui medium animasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....