JAFF Market 2026 Perkuat Ekosistem Perfilman Indonesia
- 29 Jun 2026 11:21 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Jogja-NETPAC Asian Film Festival kembali menghadirkan JAFF Market 2026 sebagai penggerak ekosistem perfilman Indonesia. Ajang tersebut berlangsung pada 28-30 November 2026 di Jogja Expo Center, Yogyakarta.
Memasuki edisi ketiga, JAFF Market kembali menggandeng Amar Bank sebagai mitra utama. Kolaborasi ini bertujuan membangun industri film yang lebih terhubung dan berkelanjutan.
JAFF Market mempertemukan kreator, produser, investor, distributor, hingga institusi pendukung perfilman. Platform ini membuka ruang kolaborasi untuk memperkuat rantai industri film nasional.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menegaskan pemerintah mendukung penguatan industri film nasional. Dukungan dilakukan melalui pengembangan produksi, distribusi, dan pembiayaan.
"Kita tidak hanya ingin menjadi pasar bagi film-film dunia, tetapi juga memperkuat kapasitas produksi, distribusi, dan pembiayaan agar semakin banyak karya Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional," ujar Fadli Zon.
Ia berharap ekosistem perfilman Indonesia tumbuh inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi menjadi fondasi memperkuat posisi Indonesia dalam industri kreatif dunia.
Di tengah perlambatan ekonomi, industri film nasional tetap menunjukkan tren positif. Sebanyak 13 film Indonesia menembus satu juta penonton sebelum semester pertama 2026 berakhir.
Market Director JAFF Market, Linda Gozali, mengatakan industri perfilman memasuki fase lebih matang. Tantangan berikutnya adalah memperluas akses pembiayaan dan investasi.
"Di sinilah JAFF Market mengambil peran sebagai market hub. Kami melihat semakin banyak proyek menemukan mitra pendanaan dan peluang pengembangan," kata Linda Gozali.
Festival Director JAFF, Ifa Isfansyah, menilai pertumbuhan industri membutuhkan penguatan ekosistem yang berkelanjutan. Indonesia dinilai memiliki talenta dan kekayaan intelektual yang sangat besar.
JAFF Market 2026 menghadirkan Film Industry Exhibitions, JAFF Future Project, Talent Day, Film Lab, Market Screening, Film and Market Conference, serta JAFF IP Connection. Program tersebut memperkuat pengembangan proyek, talenta, dan akses pasar internasional.
Presiden Direktur Amar Bank, Vishal Tulsian, menilai industri kreatif memerlukan akses pembiayaan yang lebih relevan. Dukungan sektor keuangan dinilai penting mempercepat pertumbuhan ekosistem perfilman.
"JAFF Market telah secara konsisten membuktikan perannya sebagai hub yang kuat dalam membangun ekosistem terintegrasi bagi industri film dan kreatif," ujar Vishal Tulsian.
JAFF Market bersama Amar Bank juga menggandeng Badan Perfilman Indonesia serta sejumlah asosiasi perfilman nasional. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat inovasi, investasi, dan daya saing Indonesia sebagai pusat industri film Asia Tenggara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....