Wregas Bhanuteja dan Ivana Clairine Berbagi Strategi Pitching di 5th CFF 2026
- 09 Jun 2026 11:40 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Hari terakhir penyelenggaraan 5th Ciputra Film Festival (CFF) 2026 di Universitas Ciputra Surabaya menghadirkan sesi bertajuk Great Pitching, Great Storytelling, Jumat (6/6/2026). Sesi penutup festival yang berlangsung pada 2–6 Juni 2026 ini menghadirkan sutradara dan pendiri Rekata Studio, Wregas Bhanuteja, bersama tim Marketing and Promotion Rekata Studio, Ivana Clairine.
Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya membangun kepercayaan dalam proses pitching film kepada investor maupun mitra kerja sama. Wregas membagikan pengalamannya dalam mengembangkan berbagai proyek film dan menekankan bahwa pitching bukan sekadar menawarkan ide, melainkan membangun kenyamanan serta keyakinan terhadap proyek yang dibawa.
Suasana diskusi semakin hangat ketika Wregas menceritakan pertemuannya dengan Ivana Clairine beberapa tahun lalu saat masih menjadi panitia Ciputra Film Festival. Kesan terhadap semangat dan profesionalitas Ivana saat itu membuat Wregas mengingatnya hingga akhirnya mengajak mahasiswi Universitas Ciputra tersebut bergabung dalam proyek film Rekata Studio. Kini Ivana menjadi bagian dari tim marketing and promotion setelah sebelumnya terlibat dalam proyek film Para Perasuk.
Selain membahas pentingnya membangun hubungan dengan investor, Wregas juga membagikan sejumlah hal yang perlu diperhatikan saat pitching, mulai dari pemilihan lokasi presentasi yang nyaman, penggunaan visual dan audio yang mendukung, hingga pentingnya memahami karakter calon investor agar komunikasi dapat berjalan lebih efektif. Ia juga menyoroti pentingnya menggunakan materi visual yang autentik dan menunjukkan proses kreatif yang jujur.
Sementara itu, Ivana Clairine melengkapi diskusi melalui perspektif pemasaran dan kolaborasi brand dalam industri film. Menurutnya, hubungan antara film dan brand merupakan kerja sama yang saling menguntungkan. Film dapat membantu brand menjangkau audiens melalui cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sementara brand dapat menjadi mitra strategis yang mendukung keberlangsungan produksi film.
Materi yang disampaikan mendapat respons positif dari para peserta. Fatma Afifi, produser film pendek Behind the Screw Up asal Yogyakarta, mengaku memperoleh wawasan baru mengenai persiapan yang perlu dilakukan sebelum bertemu investor. Emma Regina Chandra, peserta Project Hunt, juga merasa mendapatkan pemahaman tentang alur presentasi pitching yang efektif agar calon investor lebih tertarik terhadap sebuah proyek.
Hal serupa disampaikan Fahri Zakaria dari Kelayar Studio dan Dio Okta Ardiansyah dari Lumen Cineart. Keduanya menilai sesi tersebut tidak hanya membahas aspek teknis pitching, tetapi juga pentingnya menyelaraskan visi kreatif dengan kebutuhan bisnis dalam industri film.
Rangkaian hari kelima kemudian ditutup melalui 5th CFF Awarding and Closing Ceremony di Auditorium Universitas Ciputra Surabaya. Acara tersebut menjadi penanda berakhirnya Ciputra Film Festival 2026 yang selama lima hari menghadirkan kompetisi, diskusi, pemutaran film, dan ruang kolaborasi bagi sineas muda dari berbagai daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....