Film Suamiku Lukaku Ajak Publik Peduli Kesehatan Mental
- 26 Mei 2026 16:06 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Film Suamiku Lukaku kembali melanjutkan kampanye sosial kesehatan mental melalui kegiatan Car Free Day yang berlangsung serentak di lima kota. Kampanye bertajuk “For Mental Health and Healthy Living” digelar di Jakarta, Depok, Medan, Palembang, dan Banjarmasin. Kegiatan ini mengajak masyarakat lebih peduli kesehatan mental dan kekerasan dalam relasi.
Film produksi SinemArt tersebut tidak hanya hadir sebagai drama keluarga biasa. Film ini juga membawa pesan sosial tentang pentingnya keberanian melawan kekerasan domestik.
Melalui kampanye tersebut, publik diajak lebih berani melihat persoalan kekerasan rumah tangga. Masyarakat juga diminta tidak lagi mengabaikan korban kekerasan dalam relasi.
Film ini terinspirasi dari realitas yang dialami banyak perempuan di Indonesia. Data dalam siaran pers menyebut satu dari empat perempuan mengalami kondisi serupa.
Cerita berpusat pada tokoh Amina yang diperankan Acha Septriasa. Ia hidup dalam tekanan dan ketakutan bersama suaminya, Irfan. Irfan digambarkan sebagai sosok baik di depan publik. Namun, ia menyimpan perilaku kekerasan di dalam rumah tangga.
Konflik semakin berat ketika kondisi Nadia memburuk dan nyawanya terancam. Situasi tersebut membuat Amina mulai berani melawan lingkaran kekerasan.
Film ini disutradarai Ssharad Sharaan dan Viva Westi. Skenario ditulis Titien Wattimena bersama Beta Ingrid Ayu. Film Suamiku Lukaku tidak hanya membahas kekerasan fisik dalam rumah tangga.
Film ini juga menyoroti luka emosional yang sering tidak terlihat. Luka emosional tersebut dinilai memberi dampak mendalam terhadap kesehatan mental korban. Dampaknya juga dirasakan anggota keluarga yang hidup dalam tekanan kekerasan.
Sebelumnya, tim film telah menggelar berbagai kegiatan sosial di sejumlah kota. Kegiatan meliputi diskusi publik, kampus, hingga program “Nonton Duluan”.
Kampanye #memecahkankesunyian juga dilakukan melalui CFD batch pertama di berbagai daerah. Kampanye tersebut menjadi bagian edukasi terhadap isu kesehatan mental masyarakat.
Melalui rangkaian kegiatan itu, tim film berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat. Mereka menilai kekerasan rumah tangga tidak boleh lagi dipandang sebelah mata.
Dalam siaran pers disebutkan luka terdalam sering kali tidak terlihat secara langsung. Kondisi itu membuat korban sulit memperoleh perhatian dan perlindungan.
Tim film ini juga mengajak publik membangun ruang aman bagi korban kekerasan domestik. Lingkungan suportif dinilai penting untuk pemulihan kesehatan mental korban.
“Karena pada akhirnya, diam bukan lagi pilihan,” tulis tim Suamiku Lukaku dalam siaran pers resminya. Pesan tersebut menjadi ajakan untuk lebih berani melawan kekerasan.
Film ini turut dibintangi Raline Shah sebagai Zahra, seorang pengacara perempuan. Zahra hadir membantu Amina memperjuangkan kebebasan dan keselamatan anaknya.
Kisah perjuangan seorang ibu menjadi kekuatan utama dalam film tersebut. Penonton diajak memahami dampak kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Film Suamiku Lukaku dijadwalkan tayang mulai 27 Mei 2026 di bioskop Indonesia. Film ini membawa pesan penting tentang keberanian dan kesehatan mental keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....