Black Horses Angkat Realita Sosial lewat Album “Jahanam”

  • 16 Mei 2026 19:53 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Jakarta - Unit psychedelic rock asal Jakarta Selatan, Black Horses, resmi merilis album terbaru mereka bertajuk Jahanam. Album ini menjadi karya terbaru yang menandai perkembangan musikal Black Horses dengan pendekatan yang lebih berani dan dekat dengan realitas sosial masa kini.

Berbeda dari album sebelumnya, kali ini Black Horses memilih menggunakan lirik berbahasa Indonesia di seluruh materi lagu mereka. Keputusan tersebut diambil agar pesan yang ingin disampaikan terasa lebih dekat dan mudah diterima oleh para pendengar, khususnya generasi muda yang hidup di tengah situasi sosial yang semakin kompleks.

Melalui Jahanam, Black Horses mencoba menggambarkan berbagai bentuk kekacauan dunia dan realita sosial yang terjadi di sekitar masyarakat. Tema tema seperti keresahan hidup, kondisi lingkungan sosial, hingga dinamika kehidupan perkotaan dikemas dengan sudut pandang yang lugas dan penuh sindiran.

Dikutip dari akun Instagram @limaa_titik, penyampaian pesan dalam album ini dibalut dengan bahasa tongkrongan yang terasa akrab dengan kehidupan sehari hari. Gaya penulisan lirik tersebut menjadi salah satu identitas baru Black Horses dalam menghadirkan karya yang lebih relevan dengan zaman dan mampu merepresentasikan suara generasi saat ini.

Secara musikal, Jahanam tetap mempertahankan karakter psychedelic rock khas Black Horses dengan eksplorasi riff gitar yang intens, ritme yang dinamis, serta nuansa psikedelik yang kuat. Namun, sentuhan aransemen dalam album ini terdengar lebih matang dan agresif dibanding karya-karya mereka sebelumnya.

Album yang berisi sembilan track penuh ini dirilis bersama Firefly Record. Dalam proses produksinya, Black Horses juga menggandeng John Paul Patton untuk melakukan harmonisasi pada album tersebut, memberikan warna baru dalam keseluruhan karakter musik yang dihadirkan.

Dengan perilisan Jahanam, Black Horses tidak hanya menawarkan pengalaman musik psychedelic rock, tetapi juga menghadirkan refleksi tentang kondisi sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat saat ini. Album ini menjadi bentuk keberanian mereka dalam menyuarakan keresahan zaman melalui bahasa yang sederhana, jujur, dan relevan dengan kultur tongkrongan generasi sekarang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....