Film Horor Indonesia “IBU” menuju Pasar Film Cannes

  • 15 Mei 2026 07:14 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Produser Indonesia-Australia Intan Kieflie akan menghadirkan deretan film bergenre tertentu di Pasar Film Cannes. Melalui perusahaannya Kraken Entertainment dan Anak Negeri Films, meluncurkan film perdana “Ibu: Mother of the Lost.

“Ibu: Mother of the Lost adalah sebuah proyek horor bilingual bertema keibuan yang sedang dalam tahap pra-produksi dengan talenta termasuk Yayan Ruhian dan Christine Hakim. Dilansir dari Variety, Kieflie beroperasi di antara Jakarta dan Melbourne dan memiliki lebih dari 15 tahun pengalaman di industri film Indonesia dan Australia.

Presentasinya di Cannes disusun berdasarkan tiga pilar film horor supernatural, “Sukma,” dari sutradara-aktor Baim Wong, film horor ritual yang siap dirilis, “Ritual Gaib: Nyai Randasura”; dan “Ibu.” Menurut Kieflie produser Indonesia memiliki cerita yang kuat, tetapi pasar internasional perlu memahami bagaimana membacanya, bagaimana memposisikannya, dan ke mana cerita itu dapat berkembang.

“Ritual Gaib: Nyai Randasura” menjadi landasan waralaba horor yang lebih luas bernama “The Black Ritual Universe,” sebuah properti multi-platform yang dibangun di atas film, buku, podcast video, dan konten dokumenter. “Ibu,” yang juga terhubung dengan alam semesta itu, mengikuti seorang ibu yang berduka bernama Dewi yang mengasingkan diri ke tepi danau yang terbengkalai yang ingin ia ubah menjadi panti asuhan.

Tetapi begitu sampai di sana, ia menemukan dua anak yang sudah meninggal tinggal di sana dan memanggilnya dengan nama yang menjadi judul film tersebut. Proyek ini sedang dikembangkan dalam bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, dengan pemeran termasuk Alexander Wraith dan Kieflie sendiri.

Proyek ini dibawa ke Cannes untuk produksi bersama, investasi, mitra strategis, dan pra-penjualan. ‘Ibu,’diharapkan membangun film horor yang tidak hanya menakutkan orang.

Kieflie mendirikan Anak Negeri Films di Indonesia dan Kraken Entertainment di Australia dengan tujuan menciptakan jalur internasional yang lebih langsung untuk sinema genre Indonesia, jalur yang mengurangi ketergantungan pada perantara luar negeri yang secara historis memperkenalkan judul-judul Indonesia kepada pembeli global setelah kesuksesan domestik. Daftar film Cannes menargetkan pembeli di seluruh Amerika Utara, Eropa, Inggris/Irlandia, Australia/Selandia Baru, Asia Tenggara, Timur Tengah dan Afrika Utara, Amerika Latin, dan Rusia/CIS.

Menurut Kieflie Indonesia tidak kekurangan cerita, setiap pulau memiliki ketakutan, ritual, hantu, dan kebenaran emosionalnya sendiri. Kesempatan sekarang adalah membawa cerita-cerita itu kepada mitra global yang tepat dengan kemasan yang tepat, strategi yang tepat, dan rasa hormat yang tepat terhadap asal-usulnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....