Zona Merah: Dead City Melangkah ke Pasar Film Cannes 2026

  • 30 Apr 2026 10:49 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Film zombie Indonesia Zona Merah resmi melangkah ke panggung internasional. Film ini hadir dengan judul global Zona Merah: Dead City.

Kabar itu diumumkan oleh Screenplay Films di Jakarta. Zona Merah akan dipresentasikan perdana di Cannes Film Market 2026.

Langkah ini menandai perjalanan baru bagi film genre Indonesia. Zona Merah kini membidik pasar global lewat jalur festival internasional.

Screenplay Films menggandeng Barunson E&A untuk penjualan internasional film ini. Barunson E&A dikenal sebagai perusahaan di balik film Parasite.

Kolaborasi itu memberi sorotan besar bagi Zona Merah. Film ini dinilai punya potensi kuat menembus pasar dunia.

Zona Merah merupakan adaptasi layar lebar dari serial populer berjudul sama. Versi film menjanjikan skala cerita yang lebih besar.

Nuansa film disebut lebih gelap dan intens dari versi serial. Konflik diperluas dengan ancaman mayat hidup yang semakin brutal.

Ketegangan juga dibuat lebih padat dan emosional. Karakter akan digali lebih dalam dalam situasi penuh kekacauan.

Film ini disutradarai Sidharta Tata dan Fajar Martha Santosa. Keduanya kembali meramu dunia Zona Merah ke format layar lebar.

Sejumlah pemain lama kembali memperkuat film ini. Mereka adalah Aghniny Haque, Andri Mashadi, Maria Theodore, Devano, dan Lukman Sardi.

Zona Merah juga menghadirkan deretan nama baru. Luna Maya, Bryan Domani, Shindy Huang, Myesha Lin, dan Derby Romero ikut bergabung.

Kehadiran wajah baru memberi warna segar bagi film ini. Kombinasi pemain lama dan baru diharapkan memperluas daya tarik penonton.

Proses syuting dimulai sejak April 2026. Produksi dijadwalkan rampung pada Mei 2026.

Produser sekaligus CEO Screenplay Films Wicky V. Olindo menyebut proyek ini langkah penting. Ia menilai Zona Merah punya kekuatan cerita yang dekat dengan penonton.

“Zona Merah membuktikan kekuatan cerita yang benar-benar terhubung dengan penonton. Mengembangkannya ke layar lebar adalah progres yang tak terhindarkan," ujar Wicky.

Pernyataan itu menegaskan optimisme rumah produksi terhadap film ini. Zona Merah tak hanya dibangun untuk pasar lokal.

CEO Barunson E&A Yoonhee Choi juga melihat potensi besar film ini. Ia menilai industri film Indonesia sedang berada di momentum penting.

“Pasar Indonesia sedang berada di titik penting. Cannes adalah panggung yang tepat untuk memperkenalkan film ini," ujar Yoonhee Choi.

Pernyataan itu mempertegas perhatian dunia pada perfilman Indonesia. Zona Merah dinilai membawa sinyal perubahan yang menjanjikan.

Masuknya Zona Merah ke Cannes Film Market menjadi kabar menggembirakan. Film ini berpotensi memperluas jejak horor Indonesia di dunia.

Dengan dukungan mitra global, Zona Merah: Dead City membawa harapan baru. Film ini siap menjadi salah satu judul Indonesia yang mencuri perhatian.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....