Band Yuka Luapkan Kritik lewat Single Collage Is Trash

  • 22 Apr 2026 19:00 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Tasikmalaya – Unit hardcore asal Tasikmalaya, Yuka, kembali merilis karya terbaru mereka berjudul Collage Is Trash. Single ini menjadi penanda keberanian band tersebut dalam menyuarakan kritik sosial, khususnya terhadap dunia pendidikan yang dinilai semakin menjauh dari esensi pembebasan berpikir.

Dalam lagu ini, Yuka menyoroti sistem pendidikan yang dianggap gagal membentuk ruang eksplorasi bagi generasi muda. Alih alih mendorong kreativitas, sistem yang ada justru dinilai membelenggu dan membatasi potensi individu. Kritik tersebut disampaikan dengan energi khas hardcore yang agresif dan lugas.

Band yang digawangi oleh Deden pada vokal, Kakaw dan Ugiw pada gitar, serta Aubin di posisi drum ini memang dikenal konsisten membawa isu isu sosial dalam setiap karyanya. Melalui Collage Is Trash, mereka kembali menegaskan identitas sebagai musisi yang tidak hanya bermain musik, tetapi juga menyuarakan keresahan.

Menurut Yuka, pendidikan seharusnya menjadi ruang tumbuh yang inklusif dan membebaskan. Namun realitas yang mereka lihat justru memperlihatkan tekanan terhadap standar yang seragam, sehingga mematikan keberagaman cara berpikir. Hal inilah yang menjadi benang merah dalam lirik yang mereka tulis.

Secara musikal, single ini tetap mengusung karakter hardcore yang intens dengan tempo cepat dan distorsi yang tebal. Namun di balik itu, terdapat lapisan pesan yang kuat dan reflektif. Perpaduan antara musik keras dan kritik tajam menjadi kekuatan utama Yuka dalam menyampaikan gagasan mereka.

Tidak hanya soal pendidikan, Yuka juga menunjukkan keberanian dalam mengkritik berbagai bentuk ketidakadilan yang terjadi di sekitar. Mereka percaya musik dapat menjadi medium efektif untuk membangun kesadaran sekaligus memantik diskusi di kalangan pendengar.

Dengan dirilisnya Collage Is Trash, Yuka berharap dapat membuka ruang dialog baru, terutama bagi generasi muda yang merasakan hal serupa. Mereka mengajak publik untuk lebih kritis terhadap sistem yang ada, sekaligus berani mencari alternatif demi masa depan yang lebih bebas dan kreatif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....