RRI Surabaya Restorasi Ratusan Piringan Hitam Legendaris

  • 12 Apr 2026 22:38 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Di tengah gempuran layanan streaming musik digital, Radio Republik Indonesia (RRI) Surabaya melakukan langkah besar untuk menyelamatkan sejarah musik tanah air. Melalui program restorasi intensif, ratusan keping piringan hitam (vinyl) koleksi lawas kini kembali "dihidupkan" dari tumpukan debu.

Koleksi yang tersimpan rapi di rak-rak kayu RRI Surabaya ini bukan sekadar piringan hitam biasa. Di sana berjajar rapi sampul-sampul ikonik dari musisi legendaris Indonesia seperti Titiek Sandhora, Rinto Harahap, Obbie Messakh, hingga Hetty Koes Endang.

Langkah restorasi ini dilakukan bukan tanpa alasan. Banyak dari piringan hitam ini merupakan rilisan fisik langka dari era 1950-an hingga 1980-an yang memuat rekaman asli musisi tanah air.

"Ini adalah harta karun budaya. Jika tidak kita rawat dan digitalkan sekarang, generasi mendatang mungkin hanya akan mendengar namanya tanpa pernah tahu bagaimana kualitas suara aslinya," kata Bambang salah satu staf editing RRI Surabaya.

Proses restorasi meliputi beberapa tahapan, yakni pembersihan fisik dengan membersihkan jamur dan debu yang menempel di alur (groove) piringan menggunakan cairan khusus, kemudian perbaikan sampul dengan memperbaiki cover album yang mulai rapuh agar tetap layak pajang, serta digitalisasi dengan mentransfer suara dari piringan hitam ke format digital berkualitas tinggi agar dapat diputar kembali dalam siaran radio masa kini.

Pantauan di lokasi Restorasi Piringan Hitam Gedung RRI Surabaya lantai 1, menunjukkan rak-rak kayu penuh dengan warna-warni sampul album vintage. Mulai dari album "Pop Melayu" yang hits di zamannya, hingga lagu-lagu Pop legendaris. Keberadaan koleksi ini menciptakan suasana nostalgia yang kental bagi siapa saja yang mengunjunginya.

Tak hanya sekadar disimpan, koleksi ini juga dipamerkan sebagai bagian dari edukasi sejarah musik bagi pengunjung atau mahasiswa yang sedang melakukan riset di RRI Surabaya.

Bagi para kolektor, piringan hitam yang tampak di rak RRI Surabaya ini memiliki nilai yang tak terhingga. Beberapa album yang direstorasi, seperti karya Emilia Contessa atau Keenan Nasution, saat ini menjadi incaran kolektor di pasar barang antik dengan harga jutaan rupiah.

Dengan adanya upaya restorasi ini, RRI Surabaya membuktikan bahwa teknologi modern tidak harus menyingkirkan yang lama, melainkan bisa digunakan untuk menjaga agar warisan suara masa lalu tetap terdengar jernih di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....